Gerindra: Luhut Setali Tiga Uang dengan Caleg PDIP yang Injak Sajadah

Gerindra: Luhut Setali Tiga Uang dengan Caleg PDIP yang Injak Sajadah

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta dari PDIP Doddy Akhmadsyah Matondang mendadak viral ketika video dirinya bersama ibu-ibu berjoget menginjak-injak sajadah di daerah Cengkareng, Jakarta Barat.

Walaupun tidak masuk pelanggaran hukum usai diperiksa polisi, tindakan Doddy tersebut dinilai tidak mencerminkan etika dan adab kesopanan bangsa Indonesia.

Politisi Gerindra Muhammad Syafii menilai perilaku Dody itu mirip dengan yang dilakukan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di debat kedua Pilpres 2019. Luhut tampak ikut adu mulut dengan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi saat ada kericuhan di arena debat.

Bagi Romo Syafii, perilaku Luhut yang notebene seorang pejabat negara tidak pantas ikut dalam kericuhan.

“Itu setali tiga uang dengan caleg PDIP yang injak-injak sajadah. Tidak mengenal etika, jadi itulah perilaku di kubu sana,” kata Romo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/2).

Syafii turut menyinggung etika calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dalam debat pilpres yang sama seperti Luhut dan Doddy. Ini lantaran Jokowi menyerang Prabowo secara personal. Serangan personal tidak hanya dilakukan pada debat kedua yang digelar Minggu (17/2) malam, tapi juga dilakukan Jokowi saat debat pertama.

“Di debat pertama, dia nyerang soal caleg Gerindra. Padahal mulutnya sendiri yang bilang kalau mantan terpidana korupsi itu bisa menjadi caleg, terus dia mempersoalkan itu hanya ingin mempermalukan lawannya,” beber Romo Syafii.

Luhut mengaku ikut campur dalam kericuhan sebatas untuk menenangkan para pendukung. Dia juga menepis anggapan marah-marah dalam kericuhan tersebut.

"Iya mencegahlah. Oh tenang-tenanglah kalian. Itu saja," kata Luhut.

Sementara Doddy Akhmadsyah Matondang telah meminta maaf atas insiden menginjak-injak sajadah. Melalui sebuah video, Doddy juga meluruskan sajadah yang dipakai adalah bekas.

“Dengan kekhilafan saya, tanpa kesengajaan saya, tanpa kesadaran saya, memakai sajadah yang kata panitia sudah tidak terpakai lagi. Tapi di samping itu saya akui itu salah,” tegasnya. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita