Tak Punya Uang, Caleg Gerindra ini Pakai Karung Bekas sebagai Baliho

Tak Punya Uang, Caleg Gerindra ini Pakai Karung Bekas sebagai Baliho

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Calon Anggota Legislatif (Caleg) partai Gerindra menjadi sasaran netizen akibat keunikan khusus yang dimilikinya. Hal tersebut dinilai sebagai hal yang baru di dunia politik.

Keunikan yang diperlihatkan Niswadi  tidak dimiliki oleh caleg lain dalam menghadapi pemilihan umum 2019, Niswadi pun mengakui tak memiliki rasa malu untuk memasang Atribut Kampanyenya (Baliho) yang di rancang dengan menggunakan Karung bekas.

Niswadi Esa (38) juga mengaku bekerja sebagai petani kemiri yang berasal dari Kelurahan Dulamayo Utara Dusun 3 Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo.


Saat di temui oleh awak media, di Sekretariat DPD Gerindra, dirinya mengakui bahwa alat peraga kampanye (Baliho) memang benar dari bahan dasar karung bekas. Jumat, (4/01/2019).

“Ya, memang benar kalau baliho saya itu terbuat dari karung bekas yang bertuliskan, untuk DPRD Kabupaten 2 Gerindra 1 Niswadi Esa. Politik bukan hanya untuk orang Kaya. Buat saya sendiri hal ini tidak menjadi masalah,  biarlah masyarakat yang menilai saya,” kata Niswadi saat ditemui

Ia pun menjelaskan alasanya tidak menggunakan baliho seperti pasangan calon lainnya.

“Saya hanyalah seorang Petani, tidak mungkin saya bisa membuat baliho yang cukup banyak seperti calon-calon yang lain. Saya juga harus membiayayi keluarga,  kalau mau buat baliho keluarga saya mau makan apa.”Terangnya.

Lanjutnya, bahwa politik itu bukan hanya untuk orang yang kaya, melainkan pengabdian kita kepada masyarakat.

“Dunia politik tidak segampang yang kita pikirkan, intinya adalah saya mencalonkan diri untuk pengabdian saya kepada masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi,”

Niswandi pun menerangkan bahwa baliho yang terbuat dari karung bekas sudah terpasang di beberapa titik yang ada di Kab. Gorontalo.

“Sudah sekitar 27 baliho terbuat dari karung bekas tersebut terpasang di beberapa titik jalan yang ada di Kabupaten Gorontalo,” imbuhnya di akhir wawancara

Dilain sisi Ketua Badan Pemenangan Pemilu Gerindra Provinsi Gorontalo Zulfikar Taharu juga menjelaskan, bahwa ini bukan pencitraan.

“Niswadi bikin alat peraga kampanye dari karung. Ya, karena memang dia tidak mampu bikin baliho seperti caleg- caleg lain. Tekad kami dari Gerindra adalah kami ingin memastikan bahwa politik tidak lagi dikuasai oleh  para pemodal besar saja. Siapapun berhak ikut pada kontestasi politik dan memperjuangkan apa yg ingin dia perjuangkan. Tanpa melihat dia punya uang atau tidak .” Jelas Zulfikar

Saat reporter 60dtk melakukan konfirmasi kepada KPU Provinsi Gorontalo, melalui via wa dan telpon Ketua KPU Fedliyanto Koem belum memberikan tangapan apa-apa. [60dtk]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita