Pukul Mahasiswi saat Salat di Masjid Samarinda, Pelaku: Saya Kelaparan
logo

2 Januari 2019

Pukul Mahasiswi saat Salat di Masjid Samarinda, Pelaku: Saya Kelaparan

Pukul Mahasiswi saat Salat di Masjid Samarinda, Pelaku: Saya Kelaparan


GELORA.CO - Setelah melakukan pengejaran selama empat hari, polisi berhasil menangkap pelaku pemukulan mahasiswi yang sedang salat di Masjid Istiqomah, Samarinda, Kalimantan Timur. Ironisnya pelaku mengaku ingin mengambil uang di tas korban untuk membeli makanan karena kelaparan, Jumat (28/12/2018).

Pelaku, Mohammad Juhairi (45), warga Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, ditangkap petugas gabungan dari Polresta Samarinda dan Polda Kaltim di rumahnya, di Kampung Bangsal Hutan, Kecamatan Sanga-sanga.

Pengakuan Juhairi, setelah memukul korban Merissa Ayuningrum (20), dia melarikan diri ke Balikpapan. Selanjutnya, dia ke Sangatta dengan menggunakan sepeda motor milik temannya. Tiba di rumahnya, pelaku langsung ditangkap polisi.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono mengatakan, perbuatan pelaku murni perbuatan pidana dengan motif ingin mengambil uang milik tersangka. Pelaku sudah tiga hari di Masjid Istiqomah. Dua hari sebelum kejadian, dia mengaku kehabisan uang walaupun sebelumnya mendapatkan uang dari pengurus karena membantu membersihkan masjid.  

Dari keterangan pelaku, dia kelaparan dan sudah dua hari tidak makan. Karena tidak punya uang untuk membeli makanan, dia akhirnya mengincar tas milik korban yang sedang salat di masjid. Apalagi saat itu korban sendirian.

“Dia perkirakan tas korban itu ada uangnya dan dia rencana mau ngambil tas tersebut. Cuma pas salat, tas dibikin di depan sajadah. Untuk mengambil tas, salah satunya dengan melakukan pemukulan dulu. Namun sebelum bisa diambil, korban teriak,” papar Sudarsono, Rabu (2/1/2019).

Sudarsono menegaskan, aksi tersangka murni tindak pidana. Perbuatannya tidak ada ada kaitannya dengan masalah keagamaan. “Dia melakukan itu karena membutuhkan makanan, otomatis dia memerlukan uang. Jadi tidak ada hubungannya dengan keagamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Juhairi juga mengaku dirinya memukul korban karena tergoda mengambil uang milik korban Merissa Ayuningrum (20) untuk membeli makanan. Saat itu, korban sedang salat sendirian.

“Kalau niat mukul karena perlu makan aja. Saya kelaparan. Saya sempat ngobrol dengan korban, mau ke mana mba, katanya mau buang air kecil. Entah setan apa iblis apa yang merasuki saya. Saya belum sempat minta uang kepada korban karena dia langsung salat,” kata Juhairi.

Perbuatan pelaku yang terekam CCTV Masjid Al Istiqomah di Jalan Antasari, Samarinda, menjadi viral setelah video pemukulan diunggah di media sosial Facebook. Video itu juga beredar luas melalui aplikasi WhatsApp. [IN]

Loading...

Komentar Netizen

loading...