Mantan Komisioner KPU: Aneh, Pertanyaan Debat Pilpres Dibocorkan Lebih Dulu
logo

6 Januari 2019

Mantan Komisioner KPU: Aneh, Pertanyaan Debat Pilpres Dibocorkan Lebih Dulu

Mantan Komisioner KPU: Aneh, Pertanyaan Debat Pilpres Dibocorkan Lebih Dulu

GELORA.CO - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengirim daftar pertanyaan kepada calon presiden-wakil presiden sebelum debat Pilpres 2019 dinilai aneh.

Mantan Komisioner KPU, Sigit Pamungkas mempertanyakan format baru KPU yang membocorkan pertanyaan tersebut. 

Sigit menganggap, hal ini tidak lazim sebagaimana mestinya proses debat. Sebab, jawaban yang akan disampaikan masing-masing paslon dipastikan tidak akan otentik.

"Menurut saya aneh sebuah debat pertanyaannya disampaikan lebih dulu kepada paslon. Mestinya (jawaban) itu otentik muncul dalam proses debat," kata Sigit di Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Sebelumnya KPU beralasan pemberian daftar pertanyaan itu dilakukan agar para capres dan cawapres bisa menjawab secara lebih detail. Namun, Sigit juga menilai alasan KPU tersebut tak relevan. 

"Sebab, visi misi capres-cawapres sudah disampaikan secara detail dalam dokumen yang dilaporkan ke KPU," ujar dia.

Menurut dia, masyarakat bisa mengakses visi misi itu di website KPU jika memang ingin mendapat gambaran detail.

Lebih jauh, Sigit mengungkapkan, pertanyaan debat pilpres sebelumnya tak disusun oleh panelis.

Panelis hanya bertugas menyusun isu-isu strategis dari tema yang diangkat untuk diserahkan kepada moderator. 

Selanjutnya, kata Sigit, moderatorlah yang bertugas memformulasikan pertanyaan untuk disampaikan kepada capres-cawapres.

Ketua KPU Arief Budiman sebelumnya menjelaskan, ada dua model lontaran pertanyaan dalam debat Pilpres 2019, yakni terbuka dan tertutup.

Model terbuka artinya, pertanyaan sudah lebih dulu diserahkan ke peserta sebelum penyelenggaraan debat. Model ini membuka kesempatan bagi peserta debat untuk mendalami pertanyaan dan menyiapkan jawaban.

Nantinya, tidak semua pertanyaan debat yang diberitahukan ke peserta betul-betul akan ditanyakan dalam penyelenggaraan debat.

"Misal ada 20 pertanyaan, padahal kan sebenarnya yang ditanyakan masing-masing cuma tiga, karena ada tiga segmen yang pertanyaannya oleh moderator," kata Arief saat ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).

Pertanyaan model terbuka itu dirumuskan oleh enam panelis debat. Saat ini, para panelis tengah menyusun pertanyaan.

Ditargetkan, pertanyaan debat selesai pada 10 Januari 2019 atau tepat satu pekan sebelum penyelenggaraan debat. 

Sementara model tertutup, pasangan calon mengajukan pertanyaan ke pasangan calon lainnya. [ts]
Loading...
loading...