KPK Mau Borgol Koruptor, Fahri: Pakai Otak Dong!

KPK Mau Borgol Koruptor, Fahri: Pakai Otak Dong!

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -  Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menilai gagasan tentang pentingnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memborgol tersangka rasuah bukanlah ide cemerlang. Mantan wakil sekretaris jenderal PKS itu mengatakan, sebenarnya Indonesia memerlukan ide-ide yang cemerlang dalam mendesain sistem antikorupsi.

“Itu harusnya fokus KPK. Soal borgol, dulu rompi oranye, dan lain-lain itu bukan ide cemerlang,” kata Fahri kepada JPNN, Rabu (2/1).

Karena itu Fahri mengatakan, mumpung ada pemilihan presiden maka sebaiknya KPK fokus menyiapkan masukan kepada para kandidat yang bersaing. Sebab, Fahri meyakini korupsi bisa dihentikan dan bukanlah kutukan.

“Nah, ini perlu kecerdasan otak. Cara berpikir efek jera ini bikin kita semua jadi orang bego dan menerima nasib,” ungkap Fahri.

Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu lantas mencontohkan Korea Selatan yang membentuk Korea Independent Commission Against Corruption (KICAK) pada 2002. Namun, lembaga yang sejenis KPK itu berhasil memberantas korupsi di Korsel dalam kurun waktu enam tahun.

Kini, Korsel maju dengan pendapatan per kapita di atas USD 20 ribu. Padahal, kata dia, pembentukan KICAC nyaris bersamaan dengan berdirinya KPK. “Jadi, KPK jangan pakai otot terus. Pakai otak dong!” kata Fahri.

Karena itu Fahri mencurigai ide KPK tentang memborgol tersangka korupsi justru untuk menutupi kelemahan lembaga antirasuah itu dalam menggarap kasus-kasus besar seperti Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Bank Century, Pelindo II dan lainnya yang sudah berkembang. Padahal, katanya, seharusnya KPK mampu menghasilkan kajian-kajian tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Kecurigaan itu sudah berkembang, maka usulkan KPK ambil jeda. Bikin kajian saj,a apa kesimpulan mereka tentang desain pencegahan  dan pemberantasan korupsi dalam pengalaman 16 tahun ini. Masa tidak punya?” kata Fahri dengan nada heran. [jpn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita