Blak-blakan! Ini Hujjah Habaib dan Masyayikh Dukung Prabowo-Sandi dari Sidogiri
logo

11 Januari 2019

Blak-blakan! Ini Hujjah Habaib dan Masyayikh Dukung Prabowo-Sandi dari Sidogiri

Blak-blakan! Ini Hujjah Habaib dan Masyayikh Dukung Prabowo-Sandi dari Sidogiri

GELORA.CO - Setelah mempelajari dengan seksama, antara maslahah dan madlarat selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK, maka, para habib, kiai dan masyayikh Jawa Timur memutuskan, cukup bagi Jokowi satu periode saja. Sabtu (12/1/2019) mereka menggelar Istighotsah untuk Keselamatan Bangsa sekaligus Deklarasi Dukungan Prabowo Sandi.

“Pertama dan terutama, adalah demi masa depan umat Islam Indonesia. Para habib, kiai dan masyayikh merasakan betapa karut marut, tercerai berai umat Islam sekarang ini. Mereka ingin ke depan lebih baik. Pasangan Prabowo-Sandi dinilai paling memiliki kepedulian terhadap umat Islam,” demikian disampaikan Habib Hasan bin Salim Assegaf, sekretaris panitia kepada duta.co, Jumat (11/1/2019).

Ketika disebut nama KH Ma’ruf Amin, Habib Hasan tidak mengelak. Kepada Kiai Ma’ruf harus hormat, takdzim. Tetapi, semua paham peran wakil dalam perpolitikan di negeri ini, amat kecil.

“Kami sangat hormat, takdzim kepada Kiai Ma’ruf. Tetapi semua tahu, posisi wakil itu seperti ban serep. Pak JK yang dikenal jauh lebih senior, punya pengalaman lebih, nyatanya juga tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.

Negeri ini, tambah Habib Hasan, butuh pemimpin tegas, bukan petugas partai. Di samping itu, membutuhkan sosok yang pengalaman, terutama dalam menggerakkan roda ekonomi rakyat. Keberanian Prabowo memilih Cawapres Sandi, dinilai sangat tepat.

“Semua tahu, Pak Prabowo itu orangnya tegas. Dan dia tahu persis apa yang dibutuhkan bangsa sekarang ini. Pilihan Cawapres yang jatuh pada sosok Sandi, adalah tepat. Dia memiliki pengalaman pajang menata ekonomi umat,” tambahnya.

Sebuah sumber duta.co juga menegaskan, bahwa, istighotsah dan pernyataan politik yang dilakukan di halaman dalem KH Abdulloh Siroj (anggota Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri), di Desa Ngempit, Kec Kraton, Kab. Pasuruan, berangkat dari takaran masalah dan mafsadatnya.

“Sebagaimana  kaidah  fiqih yang  popular  di kalangan ahlusunnah  waljamah bahwa tasharraful ‘ala rai’yatihi lil maslahatil ‘ammah  (kebijakan seorang pemimpin harus dapat mencerminkan kemaslahatan seluruh rakyat red.). Pertama terhadap khifdzul din  menjaga agama. Empat tahun terakhir ini, kondisinya sangat memprihatinkan,” tegas sumber tersebut.

Kedua, pemerintah mestinya juga mampu menjaga kekayaan (khifdzul al-mal). Yang terjadi sekarang, kekayaan di negeri ini terbang ke luar negeri. Terlebih soal utang, semakin hari utang Indonesia semakin menumpuk. “Ini beda jauh dengan zaman Gus Dur. Nah, kalau sampai kepemimpinan ini diteruskan, Anda bisa bayangkan bertapa hancur lebur masa depan kita,” tegasnya.

“Lebih parah lagi, kebijakan impor pangan  gila-gilaan. Ini membuat  para petani kehilangan pendapatan, selain itu  impor baja dan berbagai barang komiditi serta membanjirnya tenaga kerja asing, membuat kita semakin miris,” urainya.

Untuk itu, tambahnya, para habaib, kiai dan masyayikh dengan merujuk hasil istikharah KH Toifur (Madura) yang mengarahkan dukungan pada Prabowo-Sandi, maka, mulai hari ini secara blak-blakan dukungan ini harus sampai kepada umat.

“Insya-Allah setelah ini nahdliyin khususnya, umat Islam umumnya akan bergerak massif memenangkan Prabowo-Sandi,” tegasnya. [duta]
Loading...
loading...