Ma'ruf Absen Kampanye dan Potensi Dingin Mesin Politik Jokowi
logo

11 Desember 2018

Ma'ruf Absen Kampanye dan Potensi Dingin Mesin Politik Jokowi

Ma'ruf Absen Kampanye dan Potensi Dingin Mesin Politik Jokowi

GELORA.CO - Kesehatan calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin menjadi sorotan publik lantaran membuatnya absen di sejumlah acara kampanye di daerah. Ma'ruf coba menyiasatinya dengan menggelar acara di kediaman pribadinya.

Ma'ruf melakukan itu sejak 29 November lalu atau dua hari setelah berkunjung ke Provinsi Lampung. Artinya, sudah 12 hari Ma'ruf tak kampanye bertemu masyarakat di luar kediamannya.

Selama itu Ma'ruf hanya menerima tamu dari berbagai kalangan yang mendeklarasikan dukungan kepada dirinya dan Jokowi.

Ma'ruf sendiri sudah menjelaskan kondisi fisiknya. Dia bilang tak mengalami sakit serius. Kakinya hanya terkilir ketika beraktivitas. Ma'ruf juga menegaskan keputusan vakum kampanye di daerah hanya bersifat sementara, semata-mata berdasarkan saran dokter agar kakinya lekas pulih.

Tetapi politik adalah soal momentum. Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno berpendapat absennya Ma'ruf berkampanye di daerah dapat merugikan Jokowi di Pilpres 2019.

Kekhawatiran utama adalah mandeknya mesin pemenangan seiring absennya Ma'ruf berkampanye. Hal lain yang tak kalah mencemaskan menurut Adi adalah elektabilitas yang stagnan.

Soal elektabilitas itu, menurut Adi, bisa saja terjadi apabila Ma'ruf tak kunjung pulih dalam waktu dekat.

Menurut Adi kehadiran capres-cawapres di tengah-tengah masyarakat menjadi simbol pemimpin yang dekat dengan rakyat. Ketika itu tidak dilakukan, kata dia, ada potensi masyarakat kecewa bahkan kehilangan simpati terhadap kandidat itu.

"Begitu sebaliknya, semakin kencang, semakin sering bersosialisasi Kiai Ma'ruf, maka simpati publik akan semakin terbuka, demokrasi kita meniscayakan ingin disapa langsung, ingin ketemu langsung dengan kandidat," kata dia.

Ma'ruf sendiri baru akan kembali kampanye di daerah pada Januari 2019. Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir bahkan menyebut kembalinya Ma'ruf akan membawa banyak kejutan. Kendati demikian, Erick menolak membocorkannya.

"Nanti bulan Januari kampanyenya dan insyallah banyak kejutan-kejutan," kata Erick saat berkunjung ke rumah Ma'ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta.

Dengan kondisi itu, Adi mengatakan kubu Prabowo-Sandi masih punya waktu untuk mengambil keuntungan dari absennya Ma'ruf di lapangan.

Cara mengambil keuntungan, Adi mencontohkan, dengan lebih sering berkunjung ke pesantren-pesantren seperti yang biasa dilakukan Ma'ruf.

"Mestinya kalau kubu Prabowo-Sandiaga jeli melihat ini, ini adalah pintu masuk biar kubu Prabowo-Sandiaga melesat kencang untuk mengambil elektabilitas yang masih stagnan," ujarnya.

Bahan Serangan Lawan Politik

Pengamat politik dari Populi Center Usep S Ahyar tak menyangkal kondisi yang dialami Ma'ruf menghambat mobilitasnya dalam berkampanye.

Namun Usep menilai kondisi itu tak akan berpengaruh terhadap statusnya sebagai cawapres. Apalagi, Ma'ruf sudah dinyatakan lolos tes kesehatan oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Nah, kerugiannya bagi saya dia tak bisa mobilitas tak bisa lancar saja, seharusnya dia mendatangi berbagai pertemuan, berbagai konstituennya, dia malah terkendala dengan sakit itu," kata dia.

Yang patut jadi perhatian kubu Jokowi adalah upaya kubu Prabowo-Sandi memanfaatkan kondisi Ma'ruf untuk mendapat keuntungan politik.

Usep tak menjelaskan apa saja yang bisa dimanfaatkan Prabowo-Sandi untuk menambah dukungan kepada mereka. Namun Usep menilai strategi memanfaatkan kelemahan lawan adalah hal yang lumrah dalam politik. [cnn]
Loading...
loading...