Kunjungi Ponpes Langitan, NasDem Sebut Haram Politisasi Agama
logo

Minggu, 16 Desember 2018

Kunjungi Ponpes Langitan, NasDem Sebut Haram Politisasi Agama

Kunjungi Ponpes Langitan, NasDem Sebut Haram Politisasi Agama


GELORA.CO - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh sowan ke pengasuh Pondok Pesantren Langitan, Tuban. Minggu (16/12). Kunjungan ke Ponpes pimpinan KH Ubaidillah Faqih itu diklaim sebagai upaya NasDem menunjukkan diri sebagai partai yang nasionalis dan religius.

"Ini bukan dalam rangka mengajak beliau ke NasDem dan bukan mempolitisasi agama, karena itu haram bagi NasDem," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai NasDem, Effendy Choirie di lapangan Widang, Kabupaten Tuban, Minggu (16/12).

Effendy Choirie alias Gus Choi mengatakan kehadiran NasDem ke pondok pesantren, ulama dan pengasuh pondok pesantren dalam rangka menawarkan mandat dan membangun kedekatan keakraban dengan ulama, serta mengajak bersama menjaga negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kesamaan pikiran, berfikir untuk membangun bangsa. Membangun komitmen negara ini harus sukses. Negara tidak boleh dirongrong oleh kekuatan jahat yang merusak NKRI," tegasnya.

Gus Choi menambahkan,sejak lahirnya Partai NasDem sejak tujuh tahun lalu, Ketum Surya Paloh juga berziarah ke makam para wali seperti Sunan Ampel, Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, makam para ulama lainnya hingga tokoh nasional seperti makam Bung Karno di Blitar. 

Kedekatan Surya Paloh dengan para ulama, kata Gus Choi, bisa menjadi senjata para calon  anggotalegislatif untuk menarik suara calon pemilih dan memenangkan Pemilu 2019. Selain itu, menunjukkan Partai NasDem yang nasionalis dan religius.

"Ini mencerminkan kalau NasDem ini bukan hanya partai yang nasionalis, tapi juga punya religius yang tinggi," jelasnya.

Surya Paloh saat itu didampingi jajaran petinggi Partai NasDem, Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur Sri Sajekti Sujunadi, dan juga beberapa artis yang menjadi caleg NasDem seperti Elma Theana, temu kader NasDem dari Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik.

ketika ada batas harus mengakomodir sedikit-dikitnya 30 persen, itu bukan semata-mata karena peraturan itu. Memang kesadaran bagi NasDem, maka hasilnya bukan 30 persen tapi ada yang sampai 42 persen. Karena kita percaya, mereka mampu memerankan fungsi dan peran, arahan, bimbingan," tandasnya. [cnn]

Loading...

Komentar Netizen

loading...