Jokowi ke Aceh, Kelompok Mengaku Relawan Minta Dana ke Kadis
logo

14 Desember 2018

Jokowi ke Aceh, Kelompok Mengaku Relawan Minta Dana ke Kadis

Jokowi ke Aceh, Kelompok Mengaku Relawan Minta Dana ke Kadis


GELORA.CO - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Cinta Jokowi-Maruf Amin (Jowin) meminta Kepala Dinas Pengairan Aceh memberikan bantuan dana untuk kepentingan audiensi dengan Jokowi selaku capres di Banda Aceh, Jumat (14/12).

Permintaan itu tertuang dalam surat DPP Gerakan Rakyat Cinta Jowin Nomor 11/276/JOWIN-ACEH/2018 tertanggal 6 Desember 2018 perihal 'Mohon Dukungan Dana' kepada Kepala Dinas Pengairan Aceh.

Surat itu ditandatangani oleh Ketua DPP Gerakan Rakyat Cinta Jowin Tgk. Muhibuddin Husen Syeh dan Sekretaris Fakhrullazi Ahmad. 


Dalam surat yang diterima CNNIndonesia.com, permintaan dana untuk mengakomodasi keperluan relawan DPP Gerakan Rakyat Cinta Jowin dari seluruh Aceh beraudiensi dengan Jokowi pada 14 Desember 2018. 

Tak hanya itu, bantuan dana dari Kepala Dinas Pengairan Aceh juga disebut akan digunakan untuk keperluan 250 pimpinan pesantren/dayah/balai pengajian, 6.000 santri, 40 orang perwakilan perempuan dari masing-masing kota/kabupaten dari seluruh Aceh yang turut serta beraudiensi dengan Jokowi.

"Kami mohon kepada Bapak (Kepala Dinas Pengairan Aceh) untuk dapat memberikan dukungan dan bantuan moril dan materil demi terlaksananya kegiatan yang telah kami tetapkan tersebut," mengutip surat DPP Gerakan Rakyat Cinta Jomin.

Terkait surat itu, Sekretaris DPP Gerakan Rakyat Cinta Jowin Fakhrullazi Ahmad membenarkan pihaknya meminta bantuan dana kepada Kepala Dinas Pengairan Aceh. 

Menurutnya, permintaan itu legal lantaran DPP Gerakan Rakyat Cinta Jowin berbadan hukum.

"Kami punya notaris. Itu tertulis kami bisa meminta sumbangan yang tidak mengikat baik dari pihak pemerintah maupun pihak person," ujar Fakhrullazi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/12).

Fakhrullazi mengatakan permintaan dana bukan semata untuk kepentingan pihaknya. Ia mengklaim banyak warga sebagaimana tercantum dalam surat itu hendak bertemu dengan Jokowi.

Lebih lanjut, Fakhrullazi berkata permintaan dana tersebut tidak dilakukan secara sepihak. Ia mengatakan permintaan dana dilakukan usai Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf tidak menyediakan anggaran untuk mengakomodasi warga dari banyak daerah yang ingin bertemu Jokowi di Banda Aceh.

"Ketika kami hubungi, TKD itu kan tidak menyediakan dana dan anggaran. Jadi dari inisiatif kawan-kawan," ujarnya.

Terkait permintaan tersebut, Fakhrullazi pun menegaskan pihaknya belum menerima dana itu. Menurutnya permintaan dana itu bersifat sukarela.

"Kami minta itu tidak ada unsur paksaan. Kalau diberi Alhamdulillah, kalau tidak diberi tidak apa-apa. Tapi sampai sekarang itu tidak ada yang membantu," ujar Fakhrullazi.

Fakhrullazi mengaku pihaknya hanya dapat membawa 250 orang untuk beraudiensi dengan Jokowi di Banda Aceh, karena tak menerima bantuan dana dari sejumlah pihak yang diminta bantuan, termasuk Kepala Dinas Pengairan Aceh. Keperluan 250 orang itu, kata dia, berasal dari iuran.

Tuding Kubu Prabowo

Fakhrullazi menilai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ada di balik viralnya surat tersebut. Ia menduga pendukung Prabowo-Sandi di Aceh menerima surat yang diedarkan oleh anak buahnya.

"Ini viral lagi. Sebetulnya harus dikonfirmasi dulu kepada kami. Berarti orang yang di bawah saya salah memberi. Mungkin mereka orang Prabowo," ujar Fakhrullazi.

Fakhrullazi mengatakan alasan tudingan itu disampaikan lantaran pihaknya menampung banyak pihak yang ingin bertemu dengan Jokowi di Banda Aceh. Ia menduga yang ingin bertemu dengan Jokowi juga berasal dari kubu pendukung Prabowo-Sandi.

"Itu banyak yang abu-abu ingin bertemu dengan Pak Jokowi," ujarnya.

Sementara itu Direktur Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq membantah bahwa Gerakan Rakyat Cinta Jokowi-Maruf Amin (Jowin) adalah bagian dari relawan. 

"Mereka tidak masuk dalam daftar di Direktorat Relawan Jokowi-Ma'aruf," kata Maman kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, kata Maman, relawan selama ini tidak diperkenankan meminta dana kepada siapapun. Relawan diminta untuk bergerak secara mandiri dan mengandalkan kreatifitas.

Maman juga mengimbau kepada relawan untuk tidak bisa melakukan hal yang bisa membuat citra Jokowi-Ma'ruf Amin menjadi jelek. [cnn]

Loading...

Komentar Netizen

loading...