Janji Sandi: 2019 Lunas Hutang, Harga-harga Seringan Bulu Mata
logo

15 Desember 2018

Janji Sandi: 2019 Lunas Hutang, Harga-harga Seringan Bulu Mata

Janji Sandi: 2019 Lunas Hutang, Harga-harga Seringan Bulu Mata

GELORA.CO - Sandiaga Uno hari ini mendatangi pabrik pembuatan bulu mata palsu di Purbalingga, Jateng. Dia menampung sejumlah keluhan dari pengusaha dan karyawan. Sandi menjanjikan harga-harga kebutuhan rakyat akan seringan bulu mata.

Sandi mengaku terkesan dengan usaha PT Rosa Sejahtera Eyelashes di Purbalingga milik Khosun. Setidaknya terdapat 500 pekerja yang ada di lokasi ini dan 2.000 pekerja yang ada di sekeliling perusahaan. Sehingga bukan hanya membuka lapangan kerja, tapi juga memperkuat ekspor Indonesia.

"Usaha ini minta agar ada bantuan pemasaran sehingga ekspornya bisa meningkat. Untuk mempermudah itu, kerja sama dengan pembeli-pembeli luar negeri untuk mengadakan pameran di Jakarta," ujarnya.

Dia mengatakan, pusat industri bulu mata akan menjadi bisnis ekonomi kreatif yang terus berkembang. Karena itulah jangan sampai sektor pemasarannya justru dimanfaaatkan oleh negara-negara lain.

Pada kesempatan itu Sandi juga menerima keluhan naiknya harga kebutuhan bahan pokok tersebut yang juga mengakibatkan naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang kini juga banyak dikeluhkan oleh para pengusaha.

"Itu kebijakannya jangan sampai harga-harga yang sekarang berat ini malah mendorong UMK lebih tinggi lagi. Ke depan tetap kita harus bikin harga-harga bahan pokok itu seringan seperti ringannya bulu mata," ujarnya.

Sebelumnya, saat mengunjungi pabrik pakaian CV Fajar Jaya milik Budiharto di Purwokerto, Banyumas. Samdi meminta para karyawan yang mempunyai hutang untuk menunjuk jari. Ternyata ratusan karyawan terangkat.

"Wah ini banyak yang punya utang ya. Insyaallah, di tahun 2019 utangnya semua terbayar. Pabriknya tambah maju, karyawanmya tambah banyak, dan semoga bisa ekspor juga," kata Sandi yang diamini para pekerja.

"Insyaallah jika kami dipilih menjadi pelayan masyarakat Indonesia, kami akan fokus kepada industri yang berorientasi ekspor untuk meminimalkan impor. Bangsa ini bisa kok berdiri dengan kaki sendiri," jelasnya.[dtk]
Loading...
loading...