Cak Imin Maklumi Ma'ruf Amin Belum Dongkrak Elektabilitas Jokowi
logo

17 Desember 2018

Cak Imin Maklumi Ma'ruf Amin Belum Dongkrak Elektabilitas Jokowi

Cak Imin Maklumi Ma'ruf Amin Belum Dongkrak Elektabilitas Jokowi


GELORA.CO - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengakui memang belum ada dampak elektoral yang signifikan dengan kehadiran Ma'ruf Amin sebagai cawapres menemani Joko Widodo. Cak Imin, sapaannya, berdalih Ma'ruf Amin sejauh ini sibuk membentengi Presiden Joko Widodo dari tuduhan anti-Islam. 

"Memang Ma'ruf Amin mungkin masih menata konteks benteng dari serangan lawan ya, wajar posisi Maruf hari ini menjadi benteng serangan (Jokowi) dianggap anti-Islam," kata Cak Imin di Jakarta, Senin (17/12).

Lantaran alasan itu, Cak Imin mengatakan keberadaan Ma'ruf Amin belum mengangkat dari segi elektabilitas. Namun saat ini, kata dia, tuduhan anti-Islam mulai luntur. 

Setelah tudingan itu luntur, Cak Imin yakin Ma'ruf akan bekerja meningkatkan elektabilitasnya dan Jokowi. Menurutnya, misi mendongkrak elektabilitas akan berjalan optimal karena konsentrasi sudah tidak terpecah untuk menangkal tuduhan Jokowi anti-Islam.

"Nah sekarang bergerak meningkatkan elektoral. Wajar karena proses," kata Cak Imin.

Pernyataan Cak Imin itu disampaikan acara pembekalan caleg PKB sekaligus Haul Gus Dur di Balai Sarbini, Jakarta. 

Pada kesempatan itu, Cak Imin, di hadapan Jokowi menjanjikan 25 juta suara untuk pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. "PKB bertekad Insyaallah 25 juta suara akan kita persembahkan untuk kemenangan Joko Widodo," ucap Cak Imin disambut riuh tepuk tangan ratusan kader PKB yang hadir.

Menurut Cak Imin, PKB akan bertekad memberikan suara sebanyak itu karena yakin Jokowi akan melanjutkan perjuangan Gus Dur di periode selanjutnya. Demi meraih 25 juta suara, Cak Imin mengatakan caleg dan kader PKB akan bekerja keras. 

Cak Imin juga meyakinkan Jokowi bahwa PKB telah memiliki formula baru untuk menghadapi Pemilu 2019. Formula yang dimaksud yakni untuk menangkal dikotomi antara agama dan kebangsaan.

"Tidak usah bingung munculnya gerakan fundamental dan radikal. PKB punya formula yang tepat karena lahir dari NU dipersembahkan untuk bangsa. Salam kita PKB sekarang agamis sekaligus nasionalis, nasionalis sekaligus agama," kata Cak Imin.

Cak Imin menegaskan internal PKB akan selesai mengkonsolidasikan diri menghadapi Pileg pada Desember. Masuk di Januari 2019, PKB akan bekerja lebih optimal mensosialiasikan Jokowi-Maruf. "Bulan Desember internal kita selesaikan. Januari Februari kita menyapa di luar keluarga besar kita," kata Cak Imin. [cnn]

Loading...

Komentar Netizen

loading...