Prabowo: Saya tidak Pernah "Pukul Dada" sebagai Pancasilais, tapi..
logo

5 November 2018

Prabowo: Saya tidak Pernah "Pukul Dada" sebagai Pancasilais, tapi..

Prabowo: Saya tidak Pernah "Pukul Dada" sebagai Pancasilais, tapi..


GELORA.CO - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tidak pernah "pukul dada" sebagai seorang Pancasilais namun dirinya sering mempertaruhkan nyawanya untuk Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya tidak pernah mengaku sebagai Pancasilais namun saya pertaruhkan nyawa untuk Pancasila," kata Prabowo saat menghadiri deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan Pancasila itu ada lima sila yang harus dijalankan seluruh rakyat Indonesia. Dia menekankan sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karena itu dia menegaskan bahwa dirinya dan Sandi memiliki dua tugas, yaitu menghilangkan kemiskinan dari bangsa Indonesia dan menegakkan keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Kedua hal ini memiliki makna yang luas sehingga koalisi yang kami bentuk disebut Koalisi Indonesia Adil dan Makmur agar bangsa kita aman karena kemakmuran bersumber dari keamanan," ujarnya.

Prabowo juga menyoroti kebijakan impor yang dilakukan pemerintah dalam sandang dan energi yang mencerminkan belum berdaulatnya bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo berjanji apabila menjadi presiden mendatang, maka dirinya dan Sandi akan mewujudkan Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) sehingga tidak impor bahan pangan dan energi bahkan Indonesia bisa swasembada.

"Saya bersaksi kalau saya dan Sandi menerima mandat rakyat maka akan membuat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri sehingga kita mampu swasembada pangan dan energi. Karena itu kedepannya tidak perlu lagi impor 1,3 juta barel minyak," katanya.

Dia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi kekuatan besar yang berasal dari luar negeri yang menginginkan Indonesia tidak kuat dan tidak berdaulat dan tidak bisa berdiri di atas kaki sendiri.

Karena itu, menurut dia, rakyat Indonesia tidak boleh lemah, karena kalau lemah pasti di injak dan didikte negara lain. [antara]

Loading...
loading...