PA 212 Ajak Umat Islam Hadiri Acara Reuni Akbar 212
logo

6 November 2018

PA 212 Ajak Umat Islam Hadiri Acara Reuni Akbar 212

PA 212 Ajak Umat Islam Hadiri Acara Reuni Akbar 212


GELORA.CO - Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 ustaz Bernard Abdul Jabbar mengajak umat Islam untuk kembali hadir dalam acara tahunan, yaitu Reuni Akbar alumni 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

“Kami mengundang kepada kaum Muslimin dan Muslimat di seluruh Indonesia untuk menghadiri acara Reuni, pada tanggal 2 Desember 2018,” ujar ustaz Bernard Abdul Jabbar dalam video singkatnya yang diunggah di channel YouTube SPIRIT 212 pa212, Sabtu (3/11).

Sebelumnya, Koordinator Aksi Bela Tauhid 211 itu mengucapkan terima kasih kepada umat Islam yang sudah hadir dalam Aksi Bela Tauhid 211.

“(Kami) mengucapkan rasa terima kasih kepada segenap para habaib, alim ulama, para asatidz, ormas Islam, pondok pesantren, dan juga kepada kaum Muslimin yang kemarin hadir di Patung Kuda untuk melaksanakan Aksi Bela Tauhid,” tutur ustaz Bernard.

Tidak hanya itu, ustaz Bernard juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu mensukseskan acara Aksi Bela Tauhid 211 tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan hartanya, baik berupa uang ataupun makanan hingga mampu melancarkan Aksi 211,” tambah Ustaz Jabbar.

Melalui video berdurasi 3.32 menit itu, ustaz Bernard berharap supaya Aksi Bela Tauhid 211 mendapatkan kerelaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan kemarin mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” terang ustaz Bernard seperti dikutip Panjimas.com.

Seperti diketahui, Aksi Bela Tauhid kembali digelar usai pelaksanaan shalat Jum’at di Masjid Istiqlal, Jum’at (2/11) siang. Acara kemudian dilanjutkan dengan bergeraknya ratusan ribu umat Islam menuju Istana Kepresidenan untuk menyampaikan aspirasi.

Ratusan ribu umat Islam tersebut menuntut agar pelaku pembakaran bendera tauhid Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah ditangkap dan diproses hukum.

Tidak hanya itu, umat Islam juga meminta agar pemerintah memfasilitasi dialog.

Dialog tersebut diharapkan bisa mempertemukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas untuk membicarakan masalah pembakaran bendera tauhid tersebut. [pjm]

Loading...
loading...