Mengaku Takut Kritik Jokowi, Sudjiwo Tedjo: Dulu Zaman SBY Saya Tidak Takut, Sekarang Kok Takut

Mengaku Takut Kritik Jokowi, Sudjiwo Tedjo: Dulu Zaman SBY Saya Tidak Takut, Sekarang Kok Takut

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Pekerja seni Sudjiwo Tedjo mengatakan perbedaan yang dirasakannya saat zaman Susilo Bambang Yudhoyono dengan sekarang.

Dikutip TribunWow.com dari tayangan Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa (6/11/2018) yang bertema 'Tampang Boyolali' vs 'Sontoloyo', awalnya Sudjiwo Tedjo membahas mengenai pidato 'tampang Boyolali' yang diucapkan oleh Prabowo Subianto.

Menurutnya hal tersebut tidak masalah tergantung pada tujuannya.

Dirinya menginginkan bahwa kubu Jokowi dan Prabowo adil.

Ia juga menyarankan kalau Jokowi memiliki kekurangan, hal tersebut dapat diungkapkan oleh kubunya sendiri.

Sudjiwo Tedjo juga mempertanyakan bahwa sekarang banyak orang yang menjadi sensitif akan beberapa hal.

"Dulu kita nggak sensitif begini, kenapa jadi sensitif? Apa karena daya beli masyarakat?" tanya Sudjiwo Tedjo.

Sembari menunjuk ke depan, Sudjiwo Tedjo mengungkapkan jika dirinya tidak berani mengkritik Jokowi.

"Saya sekarang tidak berani ngritik Jokowi karena ini Raja itu lho di Twitter itu langsung nyerbu," ungkapnya.

Padahal menurutnya, saat zaman SBY dirinya berani melontarkan kritikan di Twitter, tetapi sekarang Sudjiwo Tedjo mengaku tak berani mengkritik Jokowi.

"Dulu pas jaman pak SBY saya berani nge-tweet, waktu pas SBYpidato di TV, mari saudara-saudara kita indahkan perintah pak SBYuntuk menghemat energi, jadi ketika pak SBY pidato matikan TV. Aku berani gitu," ujar Sudjiwo Tedjo.

Berbeda dengan zaman SBY, Sudjiwo Tedjo mempertanyakan kenapa ia tidak berani mengkritik Jokowi seperti dirinya mengkritik SBY dulu.

"Kok sekarang saya nggak berani? Apa karena saya makin tua? Apa karena cebong-cebong ini lho, akeh mak gruduk (banyak)," ucap Sudjiwo Tedjo.

Tak lupa Sudjiwo Tedjo juga memberikan saran dan nasehat pada Jokowi.

"Ada lomba marathon yang menjelang finish saingannya mau masuk final terjatuh lalu ditolong, artinya kalau pak Jokowi mau meraih kemenangan terhormat, jangan lemahkan Prabowo, sebaliknya kalau Prabowo lemah bisa dikuatkan," tambahnya.

Selengkapnya dapat disimak video berikut.



Pidato "Tampang Boyolali" Prabowo

Dalam pertemuan dengan tim pemenangan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018), Prabowo membahas tentang akses kesejahteraan yang menjadi agenda besar timnya.

Dikutip Kompas.com, adapun satu di antara topiknya membahas tentang peningkatan kapasitas produksi karena menurut data yang mereka terima, terjadi penurunan kesejahteraan di desa.

Dalam isi pidato di hadapan tim pemenangan, Prabowo menyebutkan istilah "tampang Boyolali" yang menjadi viral dan perbincangan publik.

Adapun bunyi pidatonya sebagai berikut:

"...Dan saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? (Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut). Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul? ((Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut)."
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita