Luhut dan Sri Mulyani Diam-Diam Penuhi Panggilan Bawaslu
logo

2 November 2018

Luhut dan Sri Mulyani Diam-Diam Penuhi Panggilan Bawaslu

Luhut dan Sri Mulyani Diam-Diam Penuhi Panggilan Bawaslu


GELORA.CO - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Padjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jumat (2/11).

Luhut dan Sri Mulyani datang ke kantor Bawaslu RI di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, namun tidak diketahui oleh awak media yang tengah menunggu di depan lobby gedung untuk meliputnya.

Salah seorang staf Bawaslu yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa kedua menteri itu masuk lewat pintu belakang, sekitar pukul 15.15 WIB.

"Sudah datang keduanya, langsung ke atas di lantai 2 lewat (pintu) belakang," kata dia.

Namun ia tidak menjelaskan lebih jauh apakah kedua menteri itu datang bersamaan atau secara terpisah. Tapi terkait kedatangan Luhut dan Sri Mulyani, nantinya akan ada keterangan dari komisioner Bawaslu.

Luhut sebelumnya dilaporkan oleh seorang warga bernama Dahlan Pido atas dugaan kampanye terselubung saat penutupan acara IMF-World Bank 2018, di Nusa Dua, Bali pada Minggu (14/10) lalu. Karena, Luhut sempat mengoreksi jari Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim yang mengacungkan dua jari ketika sesi foto bersama. Sehingga, Christine dan Jim kemudian menunjuk satu jari.

Selain Luhut, Dahlan juga melaporkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut Dahlan, Sri Mulyani juga ikut berkampanye karena saat itu mengatakan "Two is for Prabowo, one is for Jokowi".

Menurut kuasa hukum Dahlan, yakni Taufiqurrahman penunjukkan satu atau dua jari sudah menjadi seperti identitas nomor urut calon presiden-wakil presiden.

Seperti diektahui bahwa pasangan capres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 01 pada Pilpres 2019. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 02.

"Kami datang untuk melaporkan kejadian waktu hari Minggu. Kejadian tersebut ada dugaan pelanggaran pejabat nengara, Luhut dan Sri Mulyani berkampanye. Karena menyebutkan identitas paslon Jokowi nomor 01," kata Dahlan, saat melaporkan kedua menteri tersebut di kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/10). [cnn]

Loading...
loading...