Komentari Hasil Survei LSI, Gerindra: Kalau Riil, Kami Di Urutan Pertama
logo

5 November 2018

Komentari Hasil Survei LSI, Gerindra: Kalau Riil, Kami Di Urutan Pertama

Komentari Hasil Survei LSI, Gerindra: Kalau Riil, Kami Di Urutan Pertama


GELORA.CO - Partai Gerindra hormati hasil survei LSI Denny JA terkait peta pertarungan partai politik di Jawa Timur. Hasilnya, Gerindra berada di urutan nomor 4.

"Kalau kita potret secara riil di masyarakat, jelas bahwa partai kita (Gerindra) ini ada di partai urutan pertama atau minimal ke dua,” jelas Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad, seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Minggu (4/11).

Diketahui, LSI Denny JA baru saja mengeluarkan hasil penelitan mengulas soal peta pertarungan partai politik di Jawa Timur. Survey dilakukan 4-14 Oktober 2018 dengan 600 responden. Hasilnya, jika pemilihan dilakukan hari ini Parpol dengan perolehan terbanyak adalah PKB 21,7 persen, PDI-P 21 persen, Golkar 5,2 persen, Gerindra 4,6 persen, Demokrat 3,6 persen.

Menurut Sadad, hasil survei itu belum mewakili seluruh masyarakat di kampung-kampung dan di desa-desa. "Jadi kita nggak bisa meminta penjelasan mereka itu menggunakan teknik apa. Kita tidak ada masalah, biar saja, kita tidak terganggu dengan survey itu,” tambah Sadad.

Dijelaskan Sadad, Partai Gerindra punya mekanisme sendiri di internal untuk mengukur elektabilitas partai berikut multi efek dari pilpres. Di mana capres dari Partai Gerindra adalah juga ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

"Belum lagi kerja-kerja dari Caleg yang mayoritas adalah tokoh-tokoh berpengaruh di daerahnya masing-masing. Oleh sebab itu, Kita masih optimis di nomer urut dua,” tandasnya.

"Lumbung-lumbung suara Gerindra di daerah-daerah juga cukup banyak dan hampir merata. Lumbung pemilih Prabowo adalah lumbung Gerindra juga. Secara teori begitu,” ujarnya.

Misalnya di Madura, itu lumbung suara Prabowo sejak pemilu 2014. Di Bangkalan Prabowo dan Gerindra sangat dicintai dan di Sampang Partai Gerindra pemenang kedua selisih sedikit dari PKB tapi sama-sama 8 kursi.

"Itu menandakan, kontes politik 2014 (pileg dan Pilpres), suara Pak Prabowo yang tidak sesanter sekarang saja, sudah memberi efek politik cukup besar bagi Gerindra. Apalagi sekarang, ketika masyarakat Jawa Timur semakin menunjukkan pilihannya untuk Pak Prabowo di Pilpres nanti,” papar Sadad.

Sekarang ini. tambah Sadad, justru terjadi lonjakan yang cukup signifikan suara Prabowo dan Gerindra.

"Sekarang ini kita sebagai kader, setiap hari merasakan respon denyut masyarakat kehadiran pak prabowo di berbagai tempat. Saya optimis nanti di pemilu 2019 Gerindra mendapat suara sangat besar,” demikian Sadad. [rmol]

Loading...
loading...