'Jokowi Raja Jawa', Terulang Lagi Metode yang Sama seperti di Mekkah
logo

15 November 2018

'Jokowi Raja Jawa', Terulang Lagi Metode yang Sama seperti di Mekkah

'Jokowi Raja Jawa', Terulang Lagi Metode yang Sama seperti di Mekkah


Oleh: Moh. Naufal Dunggio*

Kehabisan ide plus kepanikan tingkat dewa plus dihantui kekalahan sedang menimpa CAPRES incumbent dengan tim suksesnya. Mereka kehabisan akal dalam menjual jagoannya dalam memperebutkan dan mengangkat margin elektabilitasnya. Semua ide sudah dimuntahkan. Semua cara sudah dikerahkan. Tapi semua tidak nendang malah sebaliknya membuat jagoannya blunder nyungsep masuk got cari kodok.

Peristiwa pemasangan poster Jokowi dengan pakaian raja di mobil-mobil angkot di Jawa Tengah cukup menghebohkan saat ini. Metode ini PERSIS BUANGET dengan pemasangan bendera ISIS dibelakang rumah Habib Rizik Shihab di Makkah beberapa hari lalu. Cuma bedanya pemasangan poster-poster tersebut tidak terindikasi ada keterlibatan pihak intelejen di dalamnya. Karena gaya yang dipakai masih gampang di tebak. Orang gila tapi TIDAK BEGO mudah sekali menebak siapa yang bermain disitu.

Bila kita berandai-andai bahwa pembuatan poster berikut pemasangannya dilakukan oleh kubu lawan yakni kubu oposisi maka pertanyaannya adalah apa manfaat yang bisa di dapat dari usaha licik semacam itu oleh kubu PADI (Prabowo-Sandi) ….?

Apakah memang tipikal kubu PADI suka bermain dalam wilayah play fictim ..? Bukankah metode black campaign semacam itu adalah gaya bermain kubu yang panik dan takut kalah …?

Sebagaimana kasus di Makkah, mereka yang buat, mereka yang pasang, mereka yang nempel, mereka yang ributkan dan mereka sendiri yang lapor polisi. Bukankah metode semacam ini bukan barang baru lagi. Ini sudah usang bahkan sangaaat usang sekali.

Mbo ya, carilah merode baru dalam menyerang kubu lawan yang tidak gampang ditebak dan dideteksi. Kalau begini terus cara dalam menyerang lawan maka ada kemungkinan peluru, stamina dan kemampuan otak bakal tumbang dan tidak sampai pada waktu pertandingan nanti di 17 April 2019 mendatang.

Jangan-jangan akhir tahun ini bakal tumbang dengan sendirinya. Pergi bersama tahun 2018. Ini disebabkan karena ketidakmampuan otak dan diri menanggung beban derita amanah yang diselewengkan dan dikhianati. Kemudian dibungkus dan dibingkai dengan berbagai macam pencitraan yang penuh dengan kepalsuan, kebohongan dan kemunafikan dengan menginginkan dua priode.

Kubu petahana akan semakin panik kalau benar ibunda ratu lagi terbaring sakit stroke di RSPAD. Semoga ini hanya berita HOAX yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Dan kita do’akan Bunda Ratu tetap sehat dan panjang umur.

Tapi kalau berita ini benar maka kiamat kecil akan menghampiri kubu petahana dengan partai pengusung utamanya. Apalagi kalau sang bunda putus kontraknya dengan Maha Pencipta di dunia ini maka HURU HARA akan melanda partainya. Bahkan bisa terjadi akan ada sesuatu yang sangat mengerikan dalam memperebutkan orang nomor satu di partai tersebut.

Kita tunggu permainan selanjutnya yang akan dikeluarkan kubu incumbent untuk mendongkrak rating elektabilitasnya. Mudah-mudahan tidak bisa terbaca kubu oposisi sebagai lawan tanding. Tapi kalau masih juga terbaca maka KLAR HIDOP LOE. Sebab ngeri-ngeri sedap kalau kalah. Wallahu A’lam … [swa]


*) Penulis adalah Ketua LDK PWM DKI Jkt, Sekertaris KDK MUI Pusat.

Loading...

Komentar Pembaca

loading...