Istana Bantah Janji Jokowi Angkat Honorer jadi PNS, Ferdinand: Jokowi 'Ngeles' Bagai Bajaj
logo

2 November 2018

Istana Bantah Janji Jokowi Angkat Honorer jadi PNS, Ferdinand: Jokowi 'Ngeles' Bagai Bajaj

Istana Bantah Janji Jokowi Angkat Honorer jadi PNS, Ferdinand: Jokowi 'Ngeles' Bagai Bajaj


GELORA.CO - Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyatakan pihak Istana Negara atau Presiden Joko Widodo mengeles soal janjinya kepada seluruh guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ferdinand menyatakan Jokowi memang tak secara harfiah menyatakan dengan kalimat jelas akan mengangkat honorer jadi PNS. Namun, bila diperhatikan dan dicermati pernyataan Jokowi saat menghadiri acara PGRI, 1 Juni 2014, Jokowi memberikan janji akan membereskan masalah honorer bila jadi presiden.

Selain itu, saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-72 PGRI, Sabtu (2/12), Jokowi berjanji negara akan terus menjamin kesejahteraan guru-guru di Indonesia, salah satunya dengan memastikan tunjangan guru akan tetap dibayarkan dan tidak akan tertunda.

Ferdinand berkata Jokowi juga berjanji akan memastikan tunjangan itu dibayar tepat waktu dan dalam jumlah tepat. Dia juga meminta instansi terkait dan kepala daerah seluruh Indonesia untuk menyederhanakan administrasi guru seperti kenaikan pangkat, sertifikasi dan impassing.

"Jika sekarang Jokowi atau Istana membantah tidak pernah menjanjikan, saya pikir Istana atau Jokowi sedang ngeles bagai bajaj di jalanan," kata Ferdinand kepada CNNIndonesia.com, Jumat (2/11).

Ferdinand menyatakan apa yang disampaikan Jokowi sebelum dan saat menjadi presiden itu adalah janji untuk membereskan atau menyelesaikan masalah guru honorer tersebut.

Menurut politikus Partai Demokrat itu, langkah menyelesaikan tentu dengan menaikkan derajat honorer ke PNS bukan dengan membiarkan atau malah memberhentikannya.

"Itu yang dipegang, kalimat menyelesaikan itu dianggap memenuhi harapan honorer," ujarnya.

"Tidak seharusnya pemimpin ngeles dengan retorika kata-kata. Tidak baik pemimpin seperti itu," kata Ferdinand.

Ferdinand mengatakan seharusnya pemimpin, apalagi seorang presiden, tak boleh lari dari kewajiban serta tanggung jawab terlepas pernah berjanji atau tidak.

"Dengan ini saya pikir bahwa honorer dan PGRI akan meninggalkan Jokowi yang memang selama ini banyak berjanji," tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi bungkam saat diminta tanggapan soal aksi unjuk rasa dan tuntutan guru honorer di depan Istana Negara, Rabu (31/10) kemarin. Pertanyaan-pertanyaan seputar acara dijawab oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Namun, saat salah seorang pewarta bertanya soal aksi gurur honorer, Jokowi menyudahi sesi wawancara dan melengos pergi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah Presiden Joko Widodo pernah berjanji mengangkat seluruh guru honorer menjadi PNS. Hal ini disampaikan menyikapi unjuk rasa guru honorer di depan Istana Negara beberapa waktu lalu. 

"Oh enggak juga, entar dulu, janji di mana? Makanya sekarang tegas Presiden enggak ada lagi janji-janji politik untuk urusan pengangkatan CPNS," kata Moeldoko di Kompleks Istana Bogor, Jumat (2/11).

Pernyataan itu menanggapi demo ribuan karyawan honorer kategori dua (K2), yang mayoritas guru, menuntut agar diangkat menjadi PNS. 

Para guru yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia itu menggelar aksi demonstrasi dan menginap di seberang Istana sejak Selasa (30/10).

Moeldoko menyatakan janji-janji seperti itu malah disampaikan para calon kepala daerah dalam Pilkada tahun ini dan sebelumnya. 

"Justru presiden yang menekankan itu. Jangan dibalik-balik," tuturnya. [cnn]

Loading...
loading...