Gamal Albinsaid Bongkar Keberpihakan Media Massa pada Salah Satu Paslon Pilpres
logo

15 November 2018

Gamal Albinsaid Bongkar Keberpihakan Media Massa pada Salah Satu Paslon Pilpres

Gamal Albinsaid Bongkar Keberpihakan Media Massa pada Salah Satu Paslon Pilpres


GELORA.CO -  Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid menyampaikan kegelisahannya soal media massa nasional. Menurutnya, masyarakat harus ikhlas menerima kenyataan bahwa media massa kini telah terang-terangan menunjukan keberpihakan kepada salah satu calon dalam Pemilu 2019.

“Sekarang harus kita terima dengan ikhlas bahwa media cetak, televisi banyak mulai dirasa menunjukkan keberpihakan,” kata Gamal dalam diskusi bertajuk ‘Panas di Medsos, Dingin di Kotak Suara’ di Hotel Le Meridien, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Hal itu menurutnya dapat dilihat melalui dukungan para pemilik media ke salah satu kandidat Capres dan Cawapres. Gamal juga merujuk rilis sejumlah lembaga survei yang menyatakan salah satu faktor kemenangan petahana adalah karena adanya media yang berpihak.

“Sekarang kita dihadapkan bagaimana integritas media-media massa, media televisi, cetak yang itu seharusnya betul-betul punya integritas, kredibilitas dan menjaga reputasi tanpa menunjukan keberpihakan, itu kan mulai absen sekarang di Indonesia,” imbuhnya.

Hal itu disebutnya menjadi suatu tantangan baru. Dirinya lantas beranggapan dalam situasi sekarang, kehadiran media sosial bisa memainkan peran signifikan untuk memberikan sebuah keseimbangan.

“Media sosial ini kan secara prinsip bagian dari demokratisasi proses masyarakat memberikan pendapat,” tutur Gamal.

Pihaknya melihat media sosial bukan hanya sebagai sarana untuk kampanye, tapi juga platform yang efektif untuk menangkap aspirasi masyarakat.

Selain itu, Gamal mengungkapkan sebetulnya BPN Prabowo-Sandiaga sudah melakukan sebuah diskusi politik yang substansial secara sistematis.

Namun, Gamal mengaku pihaknya sering menghadapi permasalahan bahwa ternyata upaya tersebut kurang mendapat dukungan dari media. Di sisi lain, lanjut Gamal, dirinya mengaku sering menolak undangan sejumlah media.

“Itu karena media yang dibahas itu tidak move on dan kedua, narasumber yang diundang ini saya sudah merasa tidak bisa diajak diskusi substansi,” ucap Gamal.

Gamal melihat seringkali pihaknya dijebak dalam sebuah diskursus yang memang terjebak dalam diksi-diksi tertentu. “Tidak mengarah pada substansi,” sebut Gamal. [swa]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...