Diperiksa Polisi Saudi, Rizieq Shihab: Ini Masalah Datang Dari Operasi 'Intelijen Hitam' Negeri Kita
logo

8 November 2018

Diperiksa Polisi Saudi, Rizieq Shihab: Ini Masalah Datang Dari Operasi 'Intelijen Hitam' Negeri Kita

Diperiksa Polisi Saudi, Rizieq Shihab: Ini Masalah Datang Dari Operasi 'Intelijen Hitam' Negeri Kita


GELORA.CO - Beredar video rekaman Habib Rizieq Shihab (HRS) tengah menceritakan kondisinya terakhir di Arab Saudi. 

Sebelumnya ramai kabar Imam Besar Front Pembela Islam itu ditangkap aparat Saudi. Penelusuran Kementerian Luar Negeri, tempat tinggal Rizieq di Mekkah didatangi polisi pada Senin (5/11) sekitar pukul 8 pagi waktu setempat. Di rumahnya, Rizieq sempat menjalani pemeriksaan singkat oleh kepolisian Mekah.

Lalu sorenya, pukul 16.00, Rizieq dibawa ke kantor polisi oleh kepolisian Mekah dan badan intelijen umum Saudi, Mabahis 'Ammah, dan ditahan selama proses penyelidikan dan penyidikan. Setelah itu, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekah keesokan harinya (6/11) pukul 16.00.

Malam harinya pada pukul 20.00, Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian dengan didampingi staf KJRI. Ia dibebaskan dengan jaminan.

Dalam video berdurasi 5 menit 25 detik itu, tampak HRS bersama jamaah di Arab Saudi yang belakangan diketahui adalah warga negara Indonesia yang tengah umroh di Mekkah.

HRS mengabarkan kondisinya baik-baik saja selama di Mekkah dan tidak ada masalah dengan otoritas keamanan Arab Saudi.  

"Jadi Anda tidak usah khawatir, nggak usah takut. Di sini tidak ada apa-apa, pemerintah di sini baik, aparat di sini baik, mabahis di sini baik, amir daulah di sini juga baik," tutur Rizieq dalam video tersebut.

Menurut Rizieq, ada pihak yang sengaja melancarkan intrik politik dengan memasang bendera hitam yang menurut aparat keamanan Arab Saudi mengacu pada gerakan ekstremis di halaman belakang rumahnya. 

"Terus terang pemerintah Saudi memperlakukan kita dengan baik, dengan bagus, tidak ada masalah. Ini semua masalah datang bukan dari pemerintah Saudi, dari negeri kita yang memberi masukan-masukan dalam operasi 'intelejen hitam' yang ingin menghancurkan kita," tunjuk Rizieq. [rmol]

Loading...
loading...