BIN Bantah Pasang Bendera di Kediaman HRS

BIN Bantah Pasang Bendera di Kediaman HRS

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Badan Intelijen Negara (BIN) membantah terlibat dalam pemasangan bendera yang dikaitkan dengan kelompok teroris ISIS di kediaman Habib Rizieq Shihab (HRS) di Arab Saudi. Badan Intelijen Negara yang dipimpin Budi Gunawan itu menegaskan bahwa tidak ada rekayasa pemasangan bendera di kediaman HRS.

"BIN tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Saudi sebagaimana dilansir oleh Tweeter HRS. Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera maupun mengambil CCTV. Semua hanya pandangan sepihak," kata Juru Bicara Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Wawan Hari Purwanto, melalui keterangan tertulis yang diterima, Jumat (9/11/2018).

Wawan menambahkan, tuduhan pemasangan bendera Tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah anggota BIN, apalagi memfoto kemudian melaporkan ke Polisi Arab Saudi.

"BIN justru menghendaki agar masalah cepat selesai dan tuntas, sehingga tidak berkepanjangan dan berakibat pada berkembangnya masalah baru, apalagi di luar negeri, dimana sistem hukum dan pemerintahannya berbeda," tuturnya.

"BIN bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia termasuk HRS. Tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh, semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan," tandas Wawan.

Seperti diketahui, HRS beberapa waktu lalu sempat didatangi oleh Kepolisian Arab Saudi setelah adanya laporan terkait pemasangan bendera yag diduga terkait ISIS. Tak lama diperiksa, HRS pun kembali dipulangkan.

Pihak HRS pun menuding, ada pihak yang sengaja merekayasa pemasangan bendera. Pihak HRS pun telah melaporkan hal tersebut ke otoritas Arab Saudi dengan dugaan aksi spionase. [inc]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita