Berkarya Tanggapi PSI: Jangan sampai Peistiwa 48 dan 65 yang Dimotori Gerakan Anti Agama Terulang
logo

15 November 2018

Berkarya Tanggapi PSI: Jangan sampai Peistiwa 48 dan 65 yang Dimotori Gerakan Anti Agama Terulang

Berkarya Tanggapi PSI: Jangan sampai Peistiwa 48 dan 65 yang Dimotori Gerakan Anti Agama Terulang


GELORA.CO - Politisi Muda Partai Berkarya, Ketua Umum DPP Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB), Captain Indonesia Oktoberiandi, SH angkat bicara menanggapi pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyatakan bahwa partainya tidak akan pernah mendukung Peraturan Daerah (Perda) Injil atau Perda – Perda Syariah pada ulang tahun PSI yang ke-4 yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. 

Captain Oktoberiandi yang merupakan alumni pondok pesantren ini, menganggap pernyataan ini sangat berbahaya karena menunjukkan bahwa PSI anti agama. Hal ini disampaikannya ketika ditemui wartawan di kantor DPP Partai Berkarya, Rabu (14/11/18).

“Pernyataan Grace Natalie ini sangat berbahaya. Ini menunjukkan bahwa PSI adalah partai anti agama, saya kira sama dengan PKI (Partai Komunis Indonesia_red) dulu” tandasnya. 

“Saya heran, apakah ini blunder Grace secara pribadi, ataukah benar-benar ajaran yang dianut partainya,” ungkap mantan Wasekjen DPP Partai Berkarya ini. 

“Jika ini blunder pribadi, saya yakin Grace akan segera minta maaf. Karena saya baca di media, ada kader PSI di Aceh yang mengutuk pernyataan Ketua Umum-nya itu,” tutur mantan Pilot TNI AU ini. 

“Namun, jika ini memang ajaran yang ada di PSI, saya kira kita semua harus waspada dari sekarang,” kata mantan Perwira Pilot TNI yang pensiun muda tersebut.

“Saya kira, mulai dari sekarang kita harus selalu mengingatkan TNI kita untuk mewaspadai gerakan anti agama ini,” harap alumni Akabri tahun 2004 ini. 

Kader Tommy Soeharto ini mengingatkan jangan sampai peristiwa berdarah tahun 1948 dan 1965 terjadi lagi. 

“Cukup tahun 1948 dan 1965 terjadi peristiwa berdarah yang dilakukan oleh gerakan anti agama yang dimotori oleh PKI, jangan sampai terjadi lagi,” tutupnya mengingatkan. [sns]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...