Tim Prabowo soal Politik Bohong: Jokowi Tampar Muka Sendiri
logo

22 Oktober 2018

Tim Prabowo soal Politik Bohong: Jokowi Tampar Muka Sendiri

Tim Prabowo soal Politik Bohong: Jokowi Tampar Muka Sendiri


GELORA.CO - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade berpendapat pidato Presiden Joko Widodo yang meminta agar politisi menghentikan politik kebohongan di puncak acara HUT Golkar, justru disampaikan untuk Jokowi sendiri.

Andre mengatakan alih-alih mengingatkan orang lain, Jokowi sedang menampar dirinya sendiri.

"Ibarat pepatah Pak Jokowi itu sedang menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri," kata Andre kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Senin (22/10).

Menurut Andre politik bohong itu justru kerap kali dilakukan Jokowi, bahkan sudah berlangsung selama kurang lebih empat tahun sejak dia menjabat sebagai Presiden.

Andre merinci sejumlah kebohongan yang dilakukan Jokowi misalnya janji-janji kampanye yang kerap dia sampaikan pada Pilpres 2014 lalu.

Jokowi, kata Andre, telah menyodorkan sejumlah janji yang justru tak terealisasi hingga saat ini.

"Bilang saya enggak akan impor kebutuhan pokok, ternyata impor. Bilang enggak akan berhutang, ternyata raja hutang. Bilang enggak akan angkat jaksa agung dari parpol, eh Jaksa Agungnya dari NasDem. Saya akan ciptakan lapangan kerja, eh malah lebih banyak pengangguran," kata Andre.

Kata Andre, Jokowi sedang menyindir diri sendiri melalui pidatonya. "Makanya 2019 kita mesti ganti presiden karena Jokowi justru gagal penuhi janji," kata Andre.

Senada dengan Andre, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Jokowi justru lebih banyak berbohong selama menjabat empat tahun ini.

Kebohongan itu, kata Dahnil diproduksi dengan sengaja dan sangat sistematis untuk mengelabui rakyatnya. Mengingat Jokowi sendiri sebagai penguasa tentu memiliki instrumen lengkap yang bisa menopang kebohongan yang dia ciptakan.

"Banyak sekali kebohongan yang diproduksi, sangat sistematis misalnya akuisisi 51 persen saham Freeport, itu saja sudah terbukti kan ingin mengelabui rakyat," katanya.

Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik justru meminta Presiden Joko Widodo memulai untuk menghentikan politik bohong.

"Mulailah dari diri anda sendiri, Tuan Presiden," kata Rachland dalam pesan singkatnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/10).

Rachland tak menjelaskan maksud pernyataannya itu lebih lanjut.

Jokowi mengatakan jika politik kebohongan dihentikan maka kejayaan dan kemajuan bangsa Indonesia bisa terwujud.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Tohir juga mengatakan hal yang sama. Kata Erick jika kebohongan-kebohongan terus diumbar, justru rakyat lah yang akan menjadi korban.

"Jangan sampai rakyat yang sekarang sedang bangun untuk Indonesia maju tapi malah terjebak dengan isu yang tidak benar," kata Erick. [cnn]

Loading...
loading...