Pelatih MMA: McGregor Kalah dari Khabib Meski Curang
logo

16 Oktober 2018

Pelatih MMA: McGregor Kalah dari Khabib Meski Curang

Pelatih MMA: McGregor Kalah dari Khabib Meski Curang


GELORA.CO - Pelatih olahraga beladiri campuran (MMA), Firas Zahabi, mengatakan Conor McGregor tetap saja kalah dari Khabib Nurmagomedov dinilainya meski banyak melakukan kecurangan.

Khabib mengalahkan McGregor pada ronde keempat lewat teknik submission atau kuncian di leher, dalam laga UFC kelas ringan di T-Mobile Arena, Las Vegas, (7/10).

Usai pertarungan, petarung Rusia itu melompati pagar oktagon dan menyerang rekan setim McGregor, Dillon Danis. Kerusuhan pun pecah di dalam dan luar oktagon akibat aksi Khabib.

Zahabi yang merupakan pemilik tempat latihan sejumlah petarung UFC tenar menilai Khabib tetap tak bisa ditaklukkan McGregor dengan segala cara yang sudah ia lakukan.


"McGregor lolos [dari teguran wasit] meski melakukan banyak pelanggaran. Khabib juga secara langsung meningalkan sudutnya antara ronde tiga dan empat dan mengatakan kepada wasit kenapa membiarkannya [McGregor] dengan semua [pelanggaran] itu," ujar Faris seperti dikutip dari Give Me Sport.

Zahabi lantas merinci sejumlah pelanggaran yang dilakukan McGregor dan dibiarkan begitu saja oleh wasit, berdasarkan pengamatannya.

"Pertama adalah pelanggaran berat, ia [McGregor] menendang Khabib secara ilegal dari belakang," ucap Zahabi.

"McGregor kemudian bertahan di pagar sebelum dikalahkan. Ketika Khabib mencoba menarik kembali McGregor, ia secara jelas mencoba bertahan di pagar. Itu mungkin pelanggarannya yang ketujuh atau delapan."

Petarung asal Republik Irlandia itu, berdasarkan pengamatan Zahabi, mengaitkan jempol kakinya di celah-celah pagar oktagon setelah diingatkan wasit.

"Ia juga mencengeram sarung tangan Khabib, mungkin dua atau empat kali. Khabib terlihat berbicara dengan wasit dan mengatakan: 'Ia [McGregor] mencengkeram sarung tangan saya,'" demikian ungkap Zahabi.

Zahabi lantas bertanya-tanya dengan pelanggaran-pelanggaran McGregor tersebut yang sebenarnya bukan kebiasaannya dan mencurigai itu sebagai bentuk putus asa sang petarung tersebut.

"Itu pertanyaan untuknya, mungkin ia berpikir bertarung untuk hidupnya. Ia mungkin merasa, 'Saya akan dikalahkan di sini, saya butuh apapun untuk bisa membantu saya.' Ia mungkin dalam kondisi panik, saya bisa memahaminya."

"Berada dalam situasi dihajar dengan orang yang sangat kuat, Anda akan berpikir tak mampu mengalahkannya. Anda akan mulai putus asa. Anda tak akan merasakan seperti itu, tekanan macam itu. Anda mungkin akan sedikit panik," terang Zahabi. [cnn]

Loading...
loading...