PA 212 Tantang Jokowi Pulangkan HRS Sebelum Pilpres
logo

24 Oktober 2018

PA 212 Tantang Jokowi Pulangkan HRS Sebelum Pilpres

PA 212 Tantang Jokowi Pulangkan HRS Sebelum Pilpres


GELORA.CO - Persaudaraan Alumni (PA) 212 menantang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana untuk memulangkan imam besar mereka, Rizieq Shihab, dari Arab Saudi sebelum gelaran Pilpres 2019.

Tantangan itu dilontarkan setelah calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melontarkan niat niat menjemput Rizieq sebelum Pilpres 2019 berlangsung.

Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin menyatakan Jokowi bisa membuktikan tidak ada kriminalisasi ulama yang dilakukan saat ini dengan pemulangan Rizieq.

"Mereka petahana, punya kekuatan dan kekuasaan, bisa melobi Saudi untuk bisa memulangkan Habib Rizieq dengan aman dan selamat, jamin tidak ada kriminalisasi. Mereka harus buktikan," kata Novel saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (24/10).

Novel mengatakan PA 212 sebenarnya mendukung penuh niat Prabowo menjemput Rizieq. Pasalnya, sambung Novel, itu pun tertera dalam Pakta Integritas Ijtimak Ulama yang disepakati Prabowo untuk mendapatkan dukungan dalam Pilpres 2019.

Namun, menurutnya saat ini kondisi saat ini masih tak memungkinkan bagi Rizieq untuk pulang. Alasannya, kata Novel, kriminalisasi ulama dan aktivis oposisi masih tinggi. Terlebih usai kasus Ratna Sarumpaet yang membuat tujuh belas politisi oposisi dilaporkan ke polisi.

"Rencana Prabowo membawa pulang Habib Rizieq ini sulit karena Prabowo bukan penguasa," tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo berharap Rizieq bisa pulang ke Indonesia sebelum hari-H Pemilu 2019. Jika tak kunjung pulang, Prabowo berencana menjemputnya langsung ke Arab Saudi.

Rizieq sendiri tak pulang setelah menjalani umrah ke tanah suci di Mekkah, Arab Saudi pada akhir April 2017. Ia meninggalkan Indonesia setelah diseret dalam beberapa kasus pidana, seperti penghinaan Pancasila dan chat pornografi. Dua kasus yang membuatnya jadi tersangka di Polda Jabar dan Polda Metro Jaya itu sendiri telah dihentikan penyidikannya oleh kepolisian. [cnn]

Loading...
loading...