Lion Air JT-610 yang Jatuh Buatan Tahun 2018 Pabrikan AS, Baru 2,5 Bulan Beroperasi
logo

29 Oktober 2018

Lion Air JT-610 yang Jatuh Buatan Tahun 2018 Pabrikan AS, Baru 2,5 Bulan Beroperasi

Lion Air JT-610 yang Jatuh Buatan Tahun 2018 Pabrikan AS, Baru 2,5 Bulan Beroperasi


GELORA.CO -  Pesawat Boeing Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat merupakan pesawat baru yang masuk keluarga Boeing 737 MAX. Pesawat ini baru beroperasi sekitar pertengahan Agustus 2018 dengan baru 800 jam terbang.

Pesawat yang naas tersebut adalah buatan pabrikan asal Amerika Serikat Boeing Commercial Airplanes dengan jumlah kapasitas penumpang 200 orang. 

Menyoal spesifikasi pesawat 737 MAX 8, kapal ini memiliki panjang 39,5 meter dan memiliki bentangan sayap 35,9 meter dan tinggi 12,3 meter.

Pesawat ini bisa memiliki kemampuan jarak tempuh 6.150 kilometer berkat dua mesin LEAP-1B dari CFM Internasional.

Selain itu, pesawat jenis ini mengurangi penggunaan bahan bakar, kuncinya ada pada ukuran propeller (baling-baling) dari mesin LEAP-1B yang berukuran 69 inci atau 175 cm. Selain itu, Boeing mengatakan desain Winglet juga membuat efisiensi semakin tinggi karena mengoptimalkan natural laminar flow (memanfaatkan aliran udara).

Karena itu, klaim Boeing pesawai JT-610 mampu menghemat delapan persen pengeluaran operasi pesawat per kursi. Boeing mengatakan pesawat ini juga mengurangi emisi karbon sebesar 14 persen. Boeing mengklaim pesawat ini menghemat airframe maintenance (biaya perawatan) sebesar 20 persen.

Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang sebelumnya dikabarkan hilang kontak saat pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada Senin (29/10, pukul 06.20 WIB.

Pesawat ini diinformasikan berada pada ketinggian 2.500 meter sebelum hilang kontak pukul 06.50 WIB.

Kepala Basarnas M Syaugi mengatakan bahwa Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di Tanjung Karawang pada kedalaman 30-35 meter dari permukaan laut. Tim Basarnas masih melakukan pencarian terhadap badan pesawat dan korban di sekitar lokasi.

"Kedalaman laut 30 hingga 35 meter, sekarang tim masih menyelam untuk menemukan pesawat dan korban," kata Syaugi saat konferensi pers di Kantor Basarnas, Senin (29/10). 

Info terakhir jumlah penumpang sesuai data jumlah keseluruhan ada 189 penumpang. [cnn]

Loading...
loading...