KPK Didorong Usut Dugaan Korupsi Di TransJakarta

KPK Didorong Usut Dugaan Korupsi Di TransJakarta

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -  Pencopotan Direktur Utama PT TransJakata, Budi Kaliwono terus disuarakan sejumlah elemen masyarakat.  

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Astina mengaku dapat kabar Budi Kaliwono sudah dicopot.

"Saya mendapat pesan singkat dari seorang teman yang isinya memberi tahu bahwa Dirut Transjakarta diganti,"  kata Astina dalam keterangannya, Minggu (28/10).

Ia bersyukur jika benar adanya Budi dicopot menjaga TransJakarta bangkrut seperti Cipaganti. Budi sebelumnya menjabat Wakil Presiden Direktur PT Citra Mahardika Tbk atau yang lebih dikenal dengan nama Cipaganti. Walau menurut dia, langkah mencopot Budi sudah terlambat. 

"Entah apa alasannya saat lalu dirut Transjakarta diambil dari orang yang yang membuat bangkrut perusahaan lain? Seperti tidak ada orang baik saja," kritiknya. 

Sekitar dua tahun lalu dirinya pernah meminta agar semua jajaran Transjakarta di bawah kepemimpinan Budi Kaliwono diganti. Alasannya karena manajemen Transjakarta tidak bisa membangun perusahaan dan pelayanan Transjakarta yang baik bagi warga Jakarta dan diduga banyak korupsinya.

"Contoh kecil korupsinya, dalam program peremajaan Metromini menjadi Minitrans, Transjakarta menjual mobil dan mengutip uang manajemen Rp 30 juta di muka. Juga soal uang hasil 7 juta transaksi per hari Top Up uang elektronik di halte Transjakarta tidak jelas laporan serta pertanggungjawabannya," paparnya. 

Ia mendorong KPK masuk juga memeriksa dugaan korupsi di Transjakarta. Selama dipegang Budi, Transjakarta dinilainya amburadul, korup pelayanan juga manajemennya.

"Semoga orang pengganti atau Dirut serta jajaran manajemen yang baru adalah orang yang punya hati melayani, profesional dan mumpuni serta tidak korup. Semoga mereka bisa membawa Transjakarta lebih baik membangun pelayanan bagi warga Jakarta," pintanya.

Budi Kaliwono diangkat menjadi dirut Transjakarta semasa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita