Korban Tewas Banjir Bandang Sumbar Bertambah, Sudah 4 Ditemukan
logo

12 Oktober 2018

Korban Tewas Banjir Bandang Sumbar Bertambah, Sudah 4 Ditemukan

Korban Tewas Banjir Bandang Sumbar Bertambah, Sudah 4 Ditemukan


GELORA.CO -  Korban tewas akibat banjir bandang yang menghantam Jorong Tanah Batu Piyubuah, Kenagarian Tanjung Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat terus bertambah.

Hingga kini, sudah ada empat korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan, dan dievakuasi tim penyelamat gabungan. Korban keempat, diketahui berjenis kelamin perempuan. Korban ditemukan sekira pukul 14.30 WIB, Jumat 12 Oktober 2018 dengan posisi tiga kilometer dari titik awal dugaan korban terseret.

Proses evakuasi korban yang diketahui bernama Yernida (56 tahun), warga asal Kota Payakumbuh, berlangsung dramatis. Selain kondisi medan yang cukup sulit, kehadiran pihak keluarga yang ikut mencari menambah haru suasana di lokasi kejadian. 

Isak tangis pun pecah, saat muka korban tampak jelas di mata Sanak Keluarga. Bahkan, salah satu putra korban, tak kuasa menahan tangis. Bahkan, tangan korban yang masih berlumpur tampak beberapa kali dicium oleh sang putra.

Korban yang berhasil diangkat dari material lumpur, segera dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk selanjutnya dibersihkan, dan dibawa pulang ke rumah duka di Kota Payakumbuh. 

Saat ini, tim penyelamat memutuskan untuk menghentikan sementara proses pencarian dan evakuasi. proses pencarian dan evakuasi akan dilanjutkan kembali pada esok pagi. Diduga, masih ada korban yang terbenam lumpur.  

Dua korban belum ditemukan

Dua korban lagi yang belum ditemukan. Mengingat lokasi kejadian, merupakan jalur penghubung antara kota Batusangkar dengan Payakumbuh, BPBD setempat membuka posko pengaduan, karena tidak menutup kemungkinan ada pengendara yang ikut tertimbun material longsor.

"Total korban yang sudah ditemukan ada empat orang. Yang tiga sudah dimakamkan siang tadi. Satu korban perempuan, baru sore tadi ditemukan. Korban perempuan ini merupakan pengendara yang tengah melintas saat banjir bandang terjadi. Saat itu, Korban bersama dengan suaminya atas nama Daswirman. Daswirman ini belum ditemukan," kata Kapolres tanah Datar, AKPB Bayuaji Yudha Prajas, Jumat 12 Oktober 2018.

Dengan dibukanya posko pengaduan, Bayuaji mengimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, terutama saat bencana banjir bandang ini terjadi, untuk segera melapor ke posko. Dengan demikian, tim penyelamat nantinya akan berupaya mencari keberadaan yang bersangkutan, apabila memang hilang terkait dengan banjir bandang ini.

Terkait ruas jalur lintas penghubung antara Kota Batusangkar dengan Payaumbuh, Bayuaji menegaskan, saat ini jalur itu sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup. Satu unit Jembatan, yang sebelumnya dikabarkan putus, ternyata masih dalam kondisi laik untuk dilalui.

Diketahui, akibat curah hujan tinggi sejak dua hari ini, 11 dari 19 kota dan kabupaten di Sumatera Barat, Kamis malam 11 Oktober 2018 diterjang banjir dan longsor. Kesebelas kota/kabupaten itu yakni, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Agam, Padang Pariaman, Solok, Kepulauan Mentawai dan Kabupaten Sijunjung.

Hingga kini, baik BPBD Provinsi maupun BPBD masing-masing daerah yang terdampak masih belum merinci berapa total kerusakan dan kerugian yang timbul akibat bencana ini. Proses pendataan hingga kini masih berlangsung. [viva]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...