Kesaksian di Balik Puing Kamar 209 Hotel Roa-Roa
logo

2 Oktober 2018

Kesaksian di Balik Puing Kamar 209 Hotel Roa-Roa

Kesaksian di Balik Puing Kamar 209 Hotel Roa-Roa


GELORA.CO - Fitri, seorang korban gempa Palu, Sulawesi Tengah, terjebak di kamar 209 Hotel Roa-Roa. Ia dibantu relawan untuk keluar dari reruntuhan bangunan setelah meminta air minum.

Icha, seorang relawan 45 tahun, mengatakan Fitri terjebak di runtuhan kamar hotel bersama suaminya. Ia mengetahui keberadaan korban saat melakukan penyisiran di reruntuhan hotel tersebut bersama dua orang rekannya.

"Nyisir hotel sampai teriak-teriak 'halo ada orang'," kata Icha saat ditemui di Hotel Roa Roa, Palu, Senin (1/10).

Saat pencarian itu, Icha mendengar suara orang yang membalas teriakannya. Namun karena suaranya terlalu kecil, ia tak bisa memastikan lokasi korban.

Icha kemudian membongkar salah satu pintu kamar, yaitu nomor 210. Saat bertanya lokasi, korban pun menjawab berada di kamar 209.

Icha dan rekannya kemudian membongkar pintu 209. Banyak reruntuhan di kamar tersebut. Ia kemudian masuk ke reruntuhan tersebut untuk mencari titik korban.

"Korban kemudian mengangkat tangan, tapi cuma kelihatan telapak tangannya," ujar Icha.

"Dia bilang haus, minta minum, kemudian saya kasih minum," tambahnya. Icha juga sempat memberikan makanan kepada korban.

Korban berada di kamar tersebut bersama suaminya. Namun, suami korban telah meninggal dunia.

Proses evakuasi oleh Basarnas kemudian dilakukan. Namun, karena saat itu belum ada alat berat, Basarnas pun kesulitan melakukan evakuasi.

Korban baru bisa dievakuasi dalam keadaan selamat pada Minggu (30/9) malam.

"Cuma luka lecet-lecet saja, karena dia di bawah kasur, betonnya menimpa di atas kasur," kata Icha.


Korban Kirim SMS dan Belum Ditemukan

Di hotel yang sama, korban lainnya juga terjebak di kamar yang berbeda. Seorang penghuni Hotel Roa-Roa di kamar 317 sempat mengirimkan pesan melalui SMS ke anaknya untuk meminta pertolongan saat terjebak di reruntuhan kamar.

CEO Hotel Roa-Roa, Denny Liem mengatakan SMS tersebut kemudian dikirimkan oleh anak korban ke pihak PLN. Oleh PLN pesan tersebut diteruskan ke Basarnas dan salah satu media televisi.

"Kamar 317 dapat info SMS anaknya ke PLN, dan PLN SMS ke Kompas TV dan Basarnas, suami istri 2 orang," kata Denny di Hotel Roa Roa.

Namun hingga sore ini, pihak Basarnas masih melakukan evakuasi dan belum berhasil menemukan korban tersebut.

Petugas Basarnas Afie Djukifli mengatakan akses menuju kamar 317 memang sulit meski telah menggunakan bantuan eskavator.

"Akses susah," ujarnya.

Selain memanfaatkan eskavator, kata Afie, pihak Basarnas juga telah mengerahkan alat pendeteksi suara untuk mencari titik lokasi dari korban tersebut.

"Kita pakai alat pendeteksi suara, tapi masih belum ketemu?" ucap Afie.

Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah saat ini mencapai 844 orang. Korban tewas terbanyak berada di Palu yakni 821 orang. Sementara di Donggala 11 orang dan Kabupaten Parigi Moutong 12 orang. [cnn]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...