Kasus Suap Bakamla, KPK: Fayakhun Tak Merinci Nama-nama Keluarga Jokowi di BAP
logo

17 Oktober 2018

Kasus Suap Bakamla, KPK: Fayakhun Tak Merinci Nama-nama Keluarga Jokowi di BAP

Kasus Suap Bakamla, KPK: Fayakhun Tak Merinci Nama-nama Keluarga Jokowi di BAP


GELORA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan mantan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriadi memang mengungkapkan perihal pertemuan dengan orang yang disebutnya 'Keluarga Jokowi' dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat proses penyidikan.

"Namun Fayakhun tidak menyampaikan nama orang yang dimaksud 'keluarga Jokowi' tersebut dengan alasan tidak ingat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (17/10).

Febri mengatakan pihaknya juga tak bisa mengonfirmasi kesaksian Fayakhun itu kepada pihak lain yang ikut dalam pertemuan itu, yakni staf ahli Kepala Bakamla Laksamana Madya (Purn) TNI Arie Soedewo, Ali Fahmi Habsyi. Pasalnya, sampai hari ini Ali Fahmi tak diketahui keberadaannya.

"Saya sudah tanya ke JPU juga, sejauh ini keterangan tersebut masih keterangan tunggal," ujar Febri soal 'keluarga Jokowi' yang dimaksudkan Fayakhun. 

Menurut Febri, persidangan dengan terdakwa politikus Partai Golkar itu masih berjalan. Dia pun meminta semua pihak mengikuti proses persidangan Fayakhun hingga tuntas. Febri pun belum mengetahui akhir dari kasus dugaan suap yang menjerat Fayakhun itu. 

"Sebaiknya agar pemahamannya utuh, mari kita simak bersama proses persidangan tersebut," ujarnya. 

Dalam sidang Rabu (17/10) siang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Fayakhun mengaku pernah dikenalkan dengan tiga orang yang diklaim sebagai anggota keluarga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) oleh Ali Fahmi di Hotel Grand Mahakam, Jakarta pada 2016 silam. 

Pertemuan dan perkenalan itu terjadi sebelum pengerjaan proyek pengadaan alat pemantauan satelit dan pesawat nirawak di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Saya lihat dia [Fahmi] bersama teman dan saya dikenalkan tiga orang. Katanya dari keluarga Solo, ada satu agak tua om-nya Pak Jokowi, adik Pak Jokowi, dan ipar Pak Jokowi," ujar Fayakhun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. 

Fayakhun mengaku lupa dengan nama-nama orang yang dikenalkan tersebut. Saat itu, lanjutnya, Ali Fahmi hanya menyampaikan agar dirinya membantu mengingat pentingnya proyek tersebut bagi Bakamla.

"Kata dia kita harus bantu Bakamla untuk jadi besar karena ancaman nasional ada di laut dan kita didukung kekuasaan untuk itu," kata Fayakhun soal perbincangan bersama orang-orang yang ia maksud sebagai 'Keluarga Jokowi' itu. [cnn]

Loading...
loading...