JK Sebut RI Bakal Kantongi Pinjaman Bencana dari Bank Dunia
logo

11 Oktober 2018

JK Sebut RI Bakal Kantongi Pinjaman Bencana dari Bank Dunia

JK Sebut RI Bakal Kantongi Pinjaman Bencana dari Bank Dunia


GELORA.CO - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan Indonesia akan mendapat bantuan dan pinjaman pembiayaan untuk menangani dampak bencana alam dari Bank Dunia.

Hal ini disampaikan JK di sela pertemuan tahunan para anggota Dana Moneter Internasional (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Bali.

Meski begitu, ia mengatakan besaran bantuan dan pinjaman itu masih terus dibicarakan oleh kedua belah pihak, sehingga belum ada kepastian berapa jumlah dana yang akan dikucurkan oleh Bank Dunia.

"Sedang dibicarakan, segera, nanti kami sampaikan. Jadi ada bantuan, ada pinjaman, pastinya jangka panjang, misalnya 35 tahun," ujar JK, sapaan akrabnya di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10).

Sementara, CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva juga masih enggan merinci berapa besar jumlah bantuan dan pinjaman yang akan disuntikkan ke Tanah Air. Namun, ia menyampaikan ada beberapa paket bantuan yang ditawarkan kepada Indonesia.

Pertama, pemberian dana terkait perlindungan sosial. Kedua, dana darurat untuk membangun fasilitas rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan kampung, jalan raya, infrastruktur penyediaan air bersih, dan sistem pemantauan serta peringatan dini.

Ketiga, pendanaan terkait rekonstruksi dan rehabilitasi permukiman dan infrastruktur serta layanan di tingkat lingkungan. Keempat, program bantuan teknis untuk mendukung dan memandu seluruh paket.

"Ini yang masih kami bicarakan. Ini tergantung pada Indonesia. Saya senang untuk menawarkan paket dukungan cepat tanggap kepada pemerintah jika diperlukan. Dukungan ini tersedia jika diminta pemerintah," katanya pada kesempatan yang sama.

Bersamaan dengan akan diberikannya bantuan dan pinjaman itu, Bank Dunia kembali memastikan bahwa lembaga internasional itu akan terus mendukung Indonesia dalam pemulihan dampak bencana alam.

Khususnya atas gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan gempa bumi di Kabupaten Donggala serta tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Sebab, Bank Dunia menyadari memang bencana alam terjadi karena letak geografis Indonesia di titik rawan bencana.

Di sisi lain, Bank Dunia memuji penanganan bencana alam yang dilakukan Indonesia. "Indonesia adalah negara yang tangguh dengan pengalaman dan keahlian mendalam mengelola kesiapan, pembiayaan, dan respon bencana alam," ucapnya. [cnn]

Loading...
loading...