Imam Masjid Raya Palu Minta Umat Introspeksi, Setop Maksiat dan Narkoba
logo

5 Oktober 2018

Imam Masjid Raya Palu Minta Umat Introspeksi, Setop Maksiat dan Narkoba

Imam Masjid Raya Palu Minta Umat Introspeksi, Setop Maksiat dan Narkoba


GELORA.CO - Imam Masjid Raya Baiturrahim Lolu, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), KH Idris Lamatoro meminta masyarakat Palu, khususnya umat Islam introspeksi atas musibah gempa dan tsunami di Sulteng pada Jumat pekan lalu.

Ditemui usai Salat Jumat pertama kali sejak bencana berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) menghantam Sulteng, Idris yakin bencana tersebut merupakan teguran dari Allah atas berbagai kemaksiatan yang terjadi.

"Sudahlah, setop penyalahgunaan narkoba yang kini marak, berbagai maksiat lainnya. Bencana ini seharusnya sudah cukup bagi umat untuk introspeksi, segera kembali ke jalan Allah," katanya seperti dilaporkan Antara, Jumat (5/10).

Ia menekankan bencana yang melanda Palu dan beberapa Kabupaten lain seperti Donggala dan Sigi di Sulteng itu merupakan isyarat kepada manusia yang tinggal di atasnya agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

"Kembali ke jalan Allah," katanya berulang-ulang.

Idris yang didampingi oleh sejumlah pemuka agama dan imam Masjid Raya Baiturrahim lainnya juga mengingatkan masyarakat untuk bersabar atas musibah ini.

Ia juga meminta sesama pemuka agama untuk tak henti-hentinya memberikan tausyiah atau nasihat kepada umatnya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Sementara itu, suasana haru tampak pada diri para jemaah Salat Jumat di masjid itu. Tak sedikit jemaah menangis saat mendengarkan khutbah dan doa seusai Saalat Jumat. Masjid itu juga rusak di berbagai bagian di plafon dan dinding-dinding pilar.

Di halaman masjid itu juga terdapat tenda-tenda pengungsi. Saat gempa pekan lalu di masjid itu sedang bersiap untuk melakukan Salat Maghrib.

Menurut Idris, di masjid itu sudah beberapa kali ada kegiatan memandikan dan menyalatkan bagi jenazah korban gempa sebelum dikuburkan.

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah Komisaris Besar Polisi Andjar Dewanto mengatakan saat ini Kota Palu telah menjadi pasar narkoba, bukan lagi lintasan seperti beberapa tahun lalu.

"Perkiraan kami, sekitar lima tahun terakhir," kata Andjar seperti dilaporan Antara pada (8/12) lalu.

Menurut Andjar, para bandar narkoba melihat potensi semakin banyaknya pengguna narkoba di Palu yang diimbangi dengan banyaknya permintaan barang haram tersebut.

"Buktinya, dalam setahun terakhir, penyelundupan kilo-an gram narkoba ke Palu digagalkan aparat penegak hukum," ungkapnya.

Menurut Andjar, tertariknya para bandar menjadikan Palu sebagai pasar karena narkoba bisa didapatkan dengan cukup murah, jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. [cnn]

Loading...
loading...