Gusdurian Ahlul Bait Dukung Jokowi, Sahabat Gus Dur Dukung...
logo

1 Oktober 2018

Gusdurian Ahlul Bait Dukung Jokowi, Sahabat Gus Dur Dukung...

Gusdurian Ahlul Bait Dukung Jokowi, Sahabat Gus Dur Dukung...


GELORA.CO - Dukung mendukung sejumlah kelompok kepada pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019 semakin deras, termasuk barisan Gusdurian. 

Adhie M Massardi dikenal sebagai orangnya Gus Dur.  Lantas apakah Adhie berada di barisan Yenny Wahid yang bersama konsorsium pengikut Gus Dur sudah menyatakan diri mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019?

"Nggak," jawab Jurubicara Presiden era Pemerintahan Gus Dur itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/10).

Adhie menjelaskan ada dua jenis pengikut Gus Dur. Pertama para sahabat yang berjuang merealisasikan gagasan-gagasan Gus Dur. Kedua Gus Dur Ahlul Bait atau pengikut Gus Dur yang berasal dari kalangan keluarga.

Gusdurian dari lingkaran para sahabat antara lain Ahmad Bagdja, Rizal Ramli, Hasyim Muzadi, dan Ahmad Toleng. Adhie berada di barisan ini. Bagi para sahabat, kata Adhie, Gus Dur bukan hanya sekadar tokoh agama tapi juga pejuang pergerakan yang mengimplementasikan kaidah-kaidah keagamaan ke ranah sosial.

Misalnya konsep ahlusunnah wal jamaah (Aswaja) diimplementasikan Gus Dur sebagai praktik sosial kemasyarakatan yang menekankan keseimbangan. Mendukung pemerintah jika berjalan sesuai kehendak rakyat tetapi bersikap kritis dan tidak berpihak jika pemerintah melenceng. Dalam bidang ekonomi paradigma ini paling jelas dijalankan oleh Rizal Ramli.

"Sebagai contoh, Rizal Ramli sangat anti kebijakan impor karena jelas-jelas merugikan rakyat. Tentu para sahabat Gus Dur lainnya bersikap sama. Para sahabat Gus Dur tidak mudah berpihak kepada yang nyata-nyata tidak berpihak kepada rakyat," kata aktivis pro demokrasi itu.

Inti perjuangan Gus Dur adalah terciptanya kesejahteraan rakyat dan tidak mudah konflik. Toleransi akan muncul jika rakyat sejahtera.

Hal ini lah yang diperjuangkan oleh para sahabat Gus Dur. Sementara pengikut Gus Dur Ahlul Bait, menurut Adhie, punya cara berbeda. Mereka mengandalkan kharisma Gus Dur, bergerak berdasarkan romantika. Karenanya tidak aneh kalau Gusdurian Ahlul Bait kerap berjalan sendiri.

"Pada saatnya nanti kami juga akan menentukan pilihan. Sebelum memutuskan (mendukung capres mana) harus mengkaji terlebih dahulu dengan logika dan analisis yang bisa dijelaskan secara sosial politik maupun ekonomi. Prinsipnya dukungan itu untuk kemaslahatan bangsa dan negara," tukas Adhie. [rmol]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...