Gituin Adik Ipar yang Masih SD hingga Hamil, Seorang Pria Diserahkan ke Polisi
logo

14 Oktober 2018

Gituin Adik Ipar yang Masih SD hingga Hamil, Seorang Pria Diserahkan ke Polisi

Gituin Adik Ipar yang Masih SD hingga Hamil, Seorang Pria Diserahkan ke Polisi


GELORA.CO - HMT (28), warga Jalan Lestari, Dusun IV, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang diserahkan ke polisi lantaran diduga telah mencabuli adik iparnya sendiri, sebut saja Bunga (korban) yang masih berusia 13 tahun hingga hamil 4 bulan.

Informasi yang dihimpun wartawan, Minggu (7/10) sore menyebut Hal (50), ibu korban yang juga mertua HMT,  pada Kamis (4/10) lalu, curiga  melihat anaknya yang baru saja keluar dari kamar HMT di lantai 2 dengan kondisi  tergesa-gesa masuk ke kamar mandi.

Penasaran bercampur curiga, Hal kemudian  mencoba menanyakan korban. Awalnya, korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD  ini  tidak mengaku. Namun karena terus dibujuk, korban akhirnya mengakui telah dicabuli abang iparnya itu.

Merasa belum yakin atas pengakuan Bunga,  pihak keluarga kemudian membawanya ke bidan yang berada di Jalan Purwo, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, tak jauh dari kediamannya. Setelah diperiksa  bidan, diketahuilah kalau Bunga telah hamil 4 bulan. 

Bak tersambar petir di siang bolong, keluarga yang geram dengan HMT kemudian kembali ke rumahnya dengan maksud untuk "menyeret'' HMT ke Polsek Delitua, namun telah kabur dari rumah.

Selanjutnya pada Sabtu (6/10) malam, atas suruhan ibunya, korban membujuk HMT agar datang. Awalnya HMT menolak dengan alasan sedang sibuk bekerja. Namun HMT akhirnya berjanji untuk  bertemu pada Minggu (7/10), di daerah Delitua. 

Kesempatan itu kemudian dimanfaatkan keluarga korban untuk menangkap HMT dan menyerahkannya ke Polsek Delitua. Di Mapolsek Delitua, ibu korban yang kesal  sempat memaki menantunya itu.

Informasi yang diperoleh wartawan dari salah seorang narasumber,  terlapor melakukan aksi bejatnya setelah sebelumnya korban diming-imingi uang Rp. 10 ribu setiap kali  dicabuli.

Salah seorang petugas saat dikonfirmasi mengatakan, terlapor HMT masih dalam pemeriksaan. [hsc / lwc]

Loading...
loading...