Foto Tahun 1935: Bendera Tauhid Al Irsyad Al Islamiyah, Salah Satu Ormas Pejuang Kemerdekaan
logo

24 Oktober 2018

Foto Tahun 1935: Bendera Tauhid Al Irsyad Al Islamiyah, Salah Satu Ormas Pejuang Kemerdekaan

Foto Tahun 1935: Bendera Tauhid Al Irsyad Al Islamiyah, Salah Satu Ormas Pejuang Kemerdekaan



GELORA.CO - Bendera dengan kalimat tauhid sudah lama menjadi simbol perjuangan umat Islam Indonesia, tidak hanya oleh ormas HTI yang saat ini sudah dibubarkan pemerintah.

Bahkan panji kalimat syahadat 'la ila ha illallah muhammad rasulullah' tersebut mengiringi semangat para pejuang bangsa melawan penjajah demi merebut kemerdekaan Indonesia.

Foto di atas adalah foto yang diambil pada tahun 1935, tepatnya di Madrasah milik Al Irsyad Al Islamiyah di Surabaya, dan yang lebih menakjubkannya lagi adalah adanya panji tauhid yang tampak dipampang dengan bangga. 

"Masih bilang Itu panji HTI? If you Know Al Irsyad itu adalah salah satu ormas Islam yang berkontribusi dalam kemerdekaan Indonesia.", tulis akun Freya Amanda.

Ketua MPR Zulkifli Hasan memberikan sambutannya dalam Muktamar Al Irsyad ke-40 pada 2017 lalu,  


“Al-Irsyad itu salah satu bapak kandung kemerdekaan Indonesia, karena sejak berdirinya Al-Irsyad bersama ormas-ormas lain seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah dan lainnya sudah mendidik dan membangkitkan semangat bangsa Indonesia, jauh sebelum Indonesia merdeka,” demikian ditegaskan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat menutup secara resmi perhelatan Muktamar Al-Irsyad Al-Islamiyyah ke-40 di Hotel Sahira, Bogor (Jawa Barat) pada Jumat (17/11/2017).

Zulkifli menerangkan, kebangkitan Indonesia di abad ke-20 tidak bisa dilepaskan dari kelahiran ormas-ormas Islam yang bersifat nasional seperti Sarekat Islam di tahun 1905, Muhammadiyah (1912) dan Al-Irsyad (1914). “Baru setelah itu lahir sumpah pemuda. Jadi jangan lupa, peran umat Islam itu besar sekali,” jelasnya.

.“Jadi, Indonesia ada sebetulnya karena ada Al-Irsyad. Itu sejarah, fakta. Saya tidak muji-muji. Maka, kalau sekarang ada yang merasa lebih Pancasila dari Al-Irsyad, keliru itu.”

Politisi kelahiran Lampung Selatan pada 17 Mei 1962 ini juga menegaskan bahwa pendiri Al-Irsyad, Syekh Ahmad Surkati sangat pantas menjadi pahlawan nasional karena jasa-jasanya mendidik bangsa. Ia meminta Al-Irsyad segera menyelesaikan kelengkapan pengajuan gelar pahlawan nasional itu dengan mengikuti alur yang ada, dan ia siap membantu bila ada kendala birokrasi. “Gelar pahlawan nasional untuk Syekh Ahmad Surkati sungguh sangat pantas,” kata Zulkifli. [alirsyad]

Loading...
loading...