Fahri Hamzah: Polisi Cepat Kejar Pengeroyok Ratna Sarumpaet
logo

2 Oktober 2018

Fahri Hamzah: Polisi Cepat Kejar Pengeroyok Ratna Sarumpaet

Fahri Hamzah: Polisi Cepat Kejar Pengeroyok Ratna Sarumpaet


GELORA.CO - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tak habis pikir soal dugaan penganiayaan yang menimpa aktivis Ratna Sarumpaet. Fahri menyebut pelaku pemukul Ratna sebagai bajingan.

"Saya terus terang nih, agak terpukul gitu loh dengan apa... mohon maaf ya, perempuan tua umur 70 tahun ada yang mukul sampai kayak gitu. Menurut saya, itu biadab itu!" kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Fahri meminta polisi langsung mengejar para pelaku. Seluruh tindakan terkait penyelidikan, disebut Fahri, harus dilakukan untuk menangkap pelaku yang disebutnya bajingan itu. 'Bajingan' dalam 'KBBI' versi Kemendikbud berarti 'kurang ajar'.

"Itu polisi harus cepat tuh nyari orangnya. Ambil segera CCTV-nya kejar orangnya, siapa orangnya itu. Itu pasti, pasti bajingan betul itu orang itu. Mesti dikejar itu!" sungut Fahri.

Fahri meminta polisi bertindak langsung tanpa perlu mencari tahu motif di balik pemukulan Ratna. Fahri mendengar informasi bahwa pelaku berjenis kelamin laki-laki.

"Nggak perlu motifnya! Ini ada orang ibu kita 70 tahun dihajar, katanya 3 orang laki-laki. Keterlaluan itu. Mesti harus dihajar dan dikejar cepat itu," tegas Fahri.

Polisi menunggu Ratna melapor secara resmi berkaitan dengan hal tersebut. Polisi menanti informasi lebih lanjut dari saksi korban. Sebab, hingga kini polisi belum menerima laporan dan keterangan lengkap soal dugaan penganiayaan menimpa Ratna.

"Kita tunggu laporannya," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dimintai konfirmasi.

Gerindra mendapatkan informasi Ratna Sarumpaet dianiaya oleh orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat. Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), yang mendapatkan informasi yang sama, bergerak untuk mengklarifikasi dan memberikan pendampingan kepada Ratna.

Pagi tadi detikcom meminta konfirmasi kepada Ratna mengenai kabar penganiayaan ini. Wanita di ujung telepon dari nomor seluler Ratna menjawab 'tidak' untuk setiap pertanyaan yang diajukan. [dtk]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...