logo

3 Oktober 2018

Fahri-Fadli vs Tompi Soal Ratna Sarumpaet Disebut Operasi Plastik

Fahri-Fadli vs Tompi Soal Ratna Sarumpaet Disebut Operasi Plastik


GELORA.CO - Beredar informasi mengenai Ratna Sarumpaet melakukan operasi plastik pada tanggal 21 September 2018, tanggal di mana dia disebut menjadi korban penganiayaan. Informasi itu jadi perdebatan antara dr Tompi dan Fahri Hamzah-Fadli Zon di Twitter.

Tompi, penyanyi yang juga dokter bedah plastik, awalnya mengungkapkan kekagetannya soal kabar operasi plastik yang disebut sebagai dikeroyok. Di twit itu, Tompi memang tidak langsung menyebut nama Ratna.

"Gilaaaaa menjadikan bengkak operasian sebagai akibat di keroyok massa!!! Mrk sedang membodohi diri sendiri. Dan kita rakyat tertipu dan terbawa amarah. Ini contoh bagus bagaimana oknum politisi memainkan jurus2" tulis Tompi, Rabu (3/10/2018).

Dia juga merespons tweet Fahri Hamzah. Fahri awalnya me-retweet tweet Dahnil Anzar yang berisi foto Ratna saat bertemu Prabowo Subianto.

"Mau menasihati agar ibu Ratna tegar apalah kita ini...umur beliau 70 tahun...kita belum tentu setegar beliau...tapi diam dengan keadaan ini adalah durhaka kepada Ibu pertiwi... #SaveDemokrasi" tulis Fahri

Tompi lalu membalasnya. "Bang fahri, kl boleh saran Cek info yg masuk pak. Jgn telen aja. Ingat Tuhan. Jgn ingat pilpres ajaa," balas Tompi.



Saling balas tweet masih berlanjut. Fahri meminta Tompi membatasi diri karena dia bukan ahli foto atau digital forensik.

"Tapi anda harus membatasi diri. Anda buka ahli foto atau digital forensik...anda dokter bedah kulit setahu saya...ada yg kulitnya rusak karena dianiaya seperti ibu @RatnaSpaet dan ada yg seperti pasien anda yg ingin nampak lebih cantik.belajar bedain itu aja dl dok.😃" balas Fahri.

Tompi pun merevisi pernyataan Fahri. Dia lalu mengajak Fahri untuk ikut memeriksa kondisi Ratna agar bisa mendapatkan hasilnya.

"Sy bedah plastik, bukan bedah kulit bnag. BEDA itu! Makanya sy ajak bang fahri yuk kita periksa bareng. Ajak istri abang kan dr bedah juga. Jd fair. Jgn telen aaja info dr @fadlizon . Temen bs khilaf," tulis Tompi.

Fahri lalu melanjutkan tweetnya untuk menanggapi pernyataan Tompi soal Ratna Sarumpaet sambil mengunggah foto pertemuan Ratna dan Prabowo. Dia juga mempertanyakan langkah polisi yang akan membeberkan hasil penelusuran tanpa meminta keterangan Ratna Sarumpaet.



"Beberapa WA sampai ke saya dengan teman, "tuh Bung Fahri, dokter terkenal @dr_tompi sudah bicara tuh, ternyata Hoax". Luar biasa. Siapa dokter bedah yabg gagal mengoperasi ibu @RatnaSpaet itu ya? Anda pasti punya jaringan dokter yg mengetahui operasi plastik yg gagal itu?" ungkap Fahri.

"Aneh, memang aneh, orang yang sedang jadi korban dan terluka justru dituduh oleh orang yang seharusnya memberinya simpati dan pertolongan. Lebih aneh karena pejabat polisi bukannya minta keterangan korban malah bikin cerita sendiri yg meragukan korban," sambungnya.

Tak hanya dengan Fahri, Tompi juga saling berbalas tweet dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Awalnya, Fadli merespons tweet Tompi yang membalas tweet Fahri.

"Wah inikah dokter produk "revolusi mental"?" tulis Fadli.



Apa kata Tompi? Dia membalas Fadli dengan meminta ijin untuk memeriksa Ratna langsung.

"Mental sy baik2 aja pak gak perlu revolusi. Ijinkan saja sy periksakan luka2 beliau. INSYAALLAH, semua akn jelas. Sy yg keliru atau anda yang keliru. Easy! Cukupkan," balas Tompi.

Sebelumnya diberitakan, polisi akan merilis hasil penelusuran soal Ratna Sarumpaet. Jelang rilis tersebut, beredar informasi mengenai Ratna Sarumpaet melakukan operasi plastik pada tanggal 21 September 2018, tanggal di mana dia disebut menjadi korban penganiayaan. Tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyerahkan ke Ratna Sarumpaet sepenuhnya mengenai benar tidaknya informasi yang beredar tersebut.

"Pertama tentu seperti tadi saya sampaikan yang bisa menjelaskan secara detail adalah Bu Ratna, makanya sejak awal kami minta Bu Ratna sampaikan saja ke publik, jangan takut, jangan sampai kemudian jadi polemik, itu yang kita minta," ujar Koordinator Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, Rabu (3/10/2018). [detik]

Loading...
loading...