Dukung Pembakaran Bendera Tauhid, Ustaz di Tegal Dilaporkan ke Polisi
logo

24 Oktober 2018

Dukung Pembakaran Bendera Tauhid, Ustaz di Tegal Dilaporkan ke Polisi

Dukung Pembakaran Bendera Tauhid, Ustaz di Tegal Dilaporkan ke Polisi


GELORA.CO - Sekitar ratusan orang mendatangi Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Talang, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal sekitar pukul 22.00 WIB.

Massa yang merupakan umat Islam tersebut melaporkan Ustaz Syarifudin lantaran postingan-nya di media sosial yang berkomentar terkait pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat.

Dalam postingan-nya, Ustaz Syarifudin menyatakan bahwa dirinya setuju dengan pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh Banser di Garut. Menurutnya, bendera yang dibakar adalah simbol ISIS dan HTI. 

Sekitar pukul 23.00 WIB, massa kemudian berkumpul untuk mendengarkan penjelasan dari pihak kepolisian dan pihak Banser. Kasatreskrim Polres Tegal AKP, Bambang Purnomo, kemudian membacakan surat pernyataan permintaan maaf dari Ustaz Syarifudin.

"Saya Syarifudin, alamat RT 3 RW 2 Kajen, umur 44 tahun dengan ini saya meminta maaf pada seluruh warga Tegal atas postingan saya di Facebook yang berakibat dan menimbulkan kegaduhan. Sekali lagi saya meminta maaf. Demikian saya buat sebenar-benarnya dan tanpa paksaan," katanya saat membacakan surat tersebut.

Komandan Banser Kecamatan Talang, Ahmad Sofi, menambahkan seluruh postingan dari Ustaz Syarifudin merupakan pendapat pribadi. "Bahwa apa yang disampaikan Ustaz Syarifudin di Facebook adalah pernyataan pribadi, bukan atas nama Organisasi GP Ansor atau Banser," ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya telah menyerahkan seluruhnya kepada kepolisian. "Kalau pun akan diproses secara hukum kami serahkan kepada pihak kepolisian. Kepada seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Serahkan proses hukum kepada pihak kepolisian," ujar dia.

Sofi mengungkapkan, kedatangan massa tersebut hanya sebagai bentuk mediasi terkait postingan tersebut. "Kedatangan massa ini karena ada saran dari para Habib untuk melakukan mediasi dengan Ustaz Syarifudin," kata dia.

Selang setengah jam, satu per satu massa tersebut akhirnya membubarkan diri. [kmp]

Loading...
loading...