Disebut Syirik, Sedekah Laut Diobrak-abrik Massa Tak Dikenal
logo

13 Oktober 2018

Disebut Syirik, Sedekah Laut Diobrak-abrik Massa Tak Dikenal

Disebut Syirik, Sedekah Laut Diobrak-abrik Massa Tak Dikenal


GELORA.CO - Situasi mencekam terjadi menjelang pelaksanaan Sedekah Laut yang sedianya akan dilaksanakan pada hari Sabtu siang 13 Oktober 2018 oleh nelayan di Pantai Baru, Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Malam sebelum pelaksanaan, Jumat, 12 Oktober 2018 sekitar pukul 23.40 WIB, puluhan orang dengan menggunakan dua unit mobil, satu mobil ambulans dan sejumlah motor dan menggunakan cadar mendatangi Pantai Baru, tempat akan digelarnya tradisi budaya Sedekah Laut. 

Saksi sekaligus warga Pantai Baru, Tuwuh mengatakan kelompok massa yang menggunakan cadar sesampainya tiba di lokasi yang akan digunakan untuk sedekah laut langsung melakukan perusakan penjor, memecah kaca meja dan mengobrak-abrik kursi yang siapkan untuk tamu.

"Masa bercadar meneriakkan Allahu Akbar dan langsung melakukan perusakan," katanya kepada wartawan, Sabtu, 13 Oktober 2018.

Perusakan berlangsung sekitar 15 menit, dan massa menggunakan cadar langsung meninggalkan Pantai Baru. "Tapi masa bercadar itu meninggal spanduk yang terpasang dekat lokasi sedekah laut dengan tulisan ‘Menolak Semua Kisirikan Berbau Budaya Sedekah Laut Atau Selainnya’. Dalam spanduk itu juga ada tulisan Aliansi PETA," ucapnya.

Tuwuh menduga tindakan kelompok massa bercadar karena mereka menilai tradisi Sedekah Laut mengandung syirik. Sedekah Laut diketahui sudah berlangsung turun-menurun, dan baru tahun ini ditolak dan diserang.

"Yang jelas nelayan dan masyarakat trauma dengan kejadian tadi malam," ucapnya.

Menurutnya, anggaran yang digunakan murni dari swadaya masyarakat, pedagang dan nelayan Pantai Baru, yang mencapai Rp50 juta. "Nasi takir yang disiapkan langsung dibagikan kepada wisatawan, warga. Yang masih berlangsung penampilan kesenian reog," tuturnya.

"Semua barang yang dirusak sudah diamankan polisi," tambahnya.

Kapolres Bantul, AKBP Sahad Hasibuan membenarkan adanya aksi perusakan oleh sekelompok massa menjelang pelaksanaan acara sedekah laut di Pantai Baru. "Ya memang benar ada perusakan dan sedang kita tangani," ucapnya.

Kapolres mengaku saat ini penyidik masih mendalami motif dari kelompok masa yang melakukan perusakan. "Masih kita dalami dan sejumlah saksi masih diperiksa penyidik," ucapnya. [viva]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...