BPN Prabowo Sebut Pilpres 2014 Kecelakaan Sejarah
logo

22 Oktober 2018

BPN Prabowo Sebut Pilpres 2014 Kecelakaan Sejarah

BPN Prabowo Sebut Pilpres 2014 Kecelakaan Sejarah


GELORA.CO - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya angkat bicara soal tagar #4TahunDibohongi yang ditujukan warganet untuk menyindir Calon Presiden petahana Joko Widodo (Jokowi). Tagar ini sempat viral di Twitter pagi tadi.

Diketahui, lewat tagar ini netizen melontarkan kicauan mereka berupa pandangan dan pendapat kalau Jokowi banyak tak menepati janji-janji yang diutarakannya saat masa kampanye.

Menyikapi viralnya kritik netizen yang disampaikan dalam rangka empat tahun kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (JK) di medsoso, Mustofa menyebut bahwa kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta itu di negeri ini merupakan kecelakaan sejarah.

"Kecelakaan Sejarah 2014 itu. Tapi ada gunanya. Kita jadi pingin Prabowo menggantikan Pak Jokowi," kicaunya lewat akun Twitter @AkunTofa, Minggu (21/10/2018).

Lewat cuitan yang sama, ia mengatakan bahwa seandainya Jokowi menepati seluruh janjinya saat kampanye pada 2014, maka saat ini tidak perlu lagi digelar Pemilihan Presiden 2019.

"Coba kalau janji pilpres 2014 ditunaikan Pak Jokowi. Gak perlu ada Pilpres2an. Ngabis2in duit saja. Ya kan?" cuit Mustofa.

Kicauan Mustofa ini pun mengundang reaksi beragam dari netizen. Banyak warganet yang setuju dengan pendapat pribadi yang diutarakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Seperti @AriKurn76 yang mencuit, "Kalo boleh nanya ada gak di sini yg pilih Jokowi, trus menyesal ingin ganti presiden.. Kalo ada, mustahil kalo thn depan pak Prabowo bisa gagal kcuali kehendak Allah.. kan 2014 pak Jokowi menang tdk beda jauh suaranya.."

Tidak ada yg kebetulan di dunia ini. 2014 kemenangan buat PDIP untuk menempatkan bonekanya jadi penguasa Indonesia. Kita jadi tahu kualitasnya. Insya Allah dengan ridho Allah #2019PrabowoPresiden," timpal @fafa8fauziah.

Kicauan Mustofa ini pun terpantau telah dicuit ulang sebanyak 260 kali dan disukai 950 pengguna jejaring sosial Twitter Tanah Air. [inilah]

Loading...
loading...