Bayi Stunting, Rocky Gerung Kritik Revolusi Industri Jokowi
logo

20 Oktober 2018

Bayi Stunting, Rocky Gerung Kritik Revolusi Industri Jokowi

Bayi Stunting, Rocky Gerung Kritik Revolusi Industri Jokowi


GELORA.CO - Ahli Filsafat Rocky Gerung mengkritik Revolusi Industri 4.0 milik Jokowi terkait dengan data WHO soal jutaan bayi penderita stunting di Indonesia.

Dia menilai program Revolusi Industri 4.0 yang diluncurkan Jokowi pada April lalu, belum tepat karena Indonesia masih memiliki pekerjaan berat dari sisi sumber daya manusia.

Industri 4.0 secara umum adalah penciptaan barang dan jasa yang melibatkan rekayasa intelegensi, robot, otomatisasi, dan pertukaran data melalui Internet of Things.

Rocky mengutip data WHO, ada sekitar 7,8 juta dari 23 juta balita Indonesia adalah penderita stunting atau gizi buruk.

"Bagaimana mungkin kita berkompetisi secara teknologi untuk menghasilkan Indonesia 4.0 bila WHO membuka kebobrokan ada jutaan balita sekarang yang akan menjadi generasi milenial dengan masalah stunting," ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (20/10).

Walaupun demikian, tingkat penurunan stunting di Indonesia diketahui sudah turun dari level 37,2 persen jumlah balita pada 2014 menjadi 26,1 persen pada 2016. Meski demikian, angka ini masih di atas standar World Health Organization (WHO) yakni 20 persen.


Alokasi Dana

Kementerian Keuangan sendiri telah mengalokasikan Rp49,76 triliun demi penanganan stunting di dalam APBN 2018 yang disebar ke pelbagai instansi.

Ini di antaranya adalah Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Sosial, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Sebelumnya, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim memuji Presiden Joko Widodo karena komitmennya memberantas masalah stunting anak. Menurut Kim, Jokowi punya kepemimpinan yang baik.

"Elemen penting dalam program pemberantasan stunting yang sukses adalah visi dan kepemimpinan yang kuat dari atas. Presiden Joko Widodo telah menunjukkan kepemimpinan itu lebih baik dibanding negara berkembang lain," jelas Kim di Desa Caringin, Kabupaten Bogor, Juli lalu.

Saat meluncurkan 'Making Indonesia 4.0', Jokowi mengatakan revolusi industri 4.0 akan melahirkan jauh lebih banyak lapangan kerja. Dia menuturkan revolusi itu bakal melahirkan sebuah peluang yang besar.

"Harapannya dengan mengimplementasi Industri 4.0 Indonesia dapat mencapai top 10 ekonomi global pada tahun 2030, melalui peningkatan angka ekspor neto kita kembali ke 10% dari PDB dan peningkatan produktivitas dengan adopsi teknologi dan inovasi," kata dia dalam keterangan resminya. [cnn]

Loading...
loading...