logo

6 September 2018

Takut dengan Pernyataan Polisi, Rambo Penantang Pria Bertopeng Mengadu ke DPR Aceh

Takut dengan Pernyataan Polisi, Rambo Penantang Pria Bertopeng Mengadu ke DPR Aceh


GELORA.CO -  Nirmanto alias Rambo, warga Desa Ujong Padang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) karena merasa terancam setelah videonya menantang sejumlah orang bertopeng yang ingin menggagalkan deklarasi #2019gantipresiden di Aceh viral di media sosial.

Rambo tiba di gedung DPRA pada Kamis (6/9) bersama kuasa hukumnya, Mukhlis Mukhtar serta Koordinator Relawan #2019GantiPresiden Regional Aceh, Fazil Haitamy. Mereka segera memasuki ruang rapat Komisi I yang membidangi Pemerintahan, Hukum, Politik dan Pertanahan untuk menjelaskan kronologis pembuatan video yang berujung pemeriksaan polisi terhadapnya.

Di depan Ketua Komisi I DPRA Azhari Cagee serta sejumlah anggota lainnya, Rambo mengaku membuat video tersebut secara spontan setelah menonton sebuah video yang sebelumnya viral, yang memperlihatkan para pria bertopeng mengancam akan menggagalkan deklarasi #2019gantipresiden yang direncanakan digelar di Aceh.

Dalam videonya, Rambo menantang para pria bertopeng agar tidak menggagalkan deklarasi #2019gantipresiden. Jika tetap ingin menggagalkan, Rambo menantang mereka untuk menghadapinya terlebih dahulu.

Belakangan, aksi Rambo yang ia rekam dalam video itu membuatnya berurusan dengan polisi. Ia dijemput anggota Kepolisian Sektor Kuala untuk dimintai keterangan. Tak hanya itu, polisi juga meminta Rambo membuat video permintaan maaf. Merasa tak ada yang salah dengan pernyataan dalam videonya, Rambo pun menolak membuat permintaan maaf sebagaimana diminta polisi.

"Kalau enggak mau ya terserah, lihat nanti," ujar Rambo menirukan pernyataan polisi yang kemudian membuat dirinya takut.

Dengan alasan keamanan, Rambo pun bertahan di Kota Banda Aceh selama beberapa hari. Meskipun mengaku tidak pernah menerima ancaman dari pihak manapun, namun pria beranak empat ini mengaku tetap merasa takut pulang ke kampungnya. Apalagi, diakui Rambo, pascaperistiwa itu sejumlah orang kerap terlihat mondar-mandir di depan rumahnya.

Sementara Ketua Komisi I DPR Aceh, Azhari Cagee mengatakan pihaknya tidak masuk ke dalam ranah mendukung aksi #2019gantipresiden ataupun #Jokowi2periode. Namun pihaknya perlu mengawal situasi keamanan dan ketertiban masyarakat berjalan sebagaimana mestinya.

Atas dasar kesetaraan di mata hukum, Azhari meminta polisi tidak hanya memeriksa Rambo, tetapi juga mencari tahu siapa di balik pria bertopeng dan memeriksa mereka.

"Kita nanti dalam waktu dekat akan mengundang Polda Aceh, menanyakan masalah tersebut. Dan apabila hari ini misalnya Bang Rambo dipanggil, dan kita juga meminta kepada kepolisian untuk mencari yang bertopeng tersebut yang telah mengancam melalui video yang juga viral," ujar Azhari. [cnn]

Loading...
loading...