Setnov Renovasi Sel karena Takut Paru Basah Kena Debu Penjara
logo

18 September 2018

Setnov Renovasi Sel karena Takut Paru Basah Kena Debu Penjara

Setnov Renovasi Sel karena Takut Paru Basah Kena Debu Penjara


GELORA.CO - Terpidana kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto menyangkal mendapat fasilitas lebih di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. Dia mengklaim sel dihuninya saat ini sangat sederhana dan terpaksa diubah dengan dalih kesehatan.

Setnov mengakui sengaja melapisi tembok sel dengan kayu. Dia beralasan khawatir sakit jika menggunakan tembok biasa.

"Kita pakai cover wallpaper kayu tipis, berbahaya karena debu apalagi saya punya kesehatan bisa paru-paru basah," kata Setya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/9).

Menurut Setnov ukuran sel di lapas Sukamiskin memang berbeda. Ada yang berukuran besar dan ada yang berukuran kecil. Namun, dia menyatakan tidak meminta keistimewaan di lapas.

"Dan Sukamiskin sejak zaman Belanda 1918 sudah demikian, dan ini sudah 100 tahun jadi itu memang tembok tidak kita pakai," kata dia.

"Semua lihat sangat sederhana, hanya ada kasur sama meja hanya ukuran 40 centimeter," kata Setnov.

Terakhir, Setnov menjelaskan perbedaan kamar yang ia tempati beberapa bulan lalu. Menurut dia sel itu hanyalah kamar untuk masa orientasi.

"Justru dulu waktu masa orientasi tentu belum dapat tempat dan dapat tempat demikian, dan waktu itu diekspose," kata dia.

Kini Setnov menempati lapas yang sebelumnya ditempati oleh terpidana suap sengketa pilkada Kota Palembang, mendiang Romi Herton. Dalam inspeksinya, Ombusdman menemukan kamar Setya Novanto dua kali lebih luas ketimbang tahanan lainnya. Ombudsman curiga masih ada permainan terjadi di Lapas Sukamiskin, meski beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan kepala lapas karena suap.

Perkara persekongkolan antara sipir, kepala lapas, dan narapidana di penjara Sukamiskin selalu berulang dan seolah tidak ada efek jera. Dalam liputan sejumlah media massa terkuak beberapa narapidana korupsi bisa leluasa keluar masuk sel saat menjalani masa hukuman. Malah mereka juga masih bisa bersenang-senang di dalam dengan membangun saung-saung buat kegiatan khusus.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami meminta waktu kepada semua pihak untuk melakukan pembenahan tersebut. Dia menyatakan siap mundur jika dalam setahun tak berhasil melakukan pembenahan lapas.

Kepala Lapas Sukamiskin Tejo Harwanto mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencanangkan standarisasi kamar tahanan bagi warga binaan.

Tejo mengatakan, kamar Setnov itu akan segera dibongkar dan direnovasi sesuai dengan ukuran standarisasi yang sudah dicanangkan. [cnn]

Loading...
loading...