Sambangi Muhammadiyah, Ma'ruf Akui Minta Dukungan di Pilpres
logo

5 September 2018

Sambangi Muhammadiyah, Ma'ruf Akui Minta Dukungan di Pilpres

Sambangi Muhammadiyah, Ma'ruf Akui Minta Dukungan di Pilpres


GELORA.CO - Bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin melakukan kunjungan ke Kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah Jakarta, Rabu (5/9) malam.

Ma'ruf yang mengenakan peci hitam dan jas abu-abu dengan sarung itu tiba sekitar pukul 18.49 WIB dengan Toyota Alphard warna hitam.

Kedatangan Ma'ruf langsung disambut oleh jajaran pengurus PP Muhammadiyah. Ia bersama sejumlah pengurus lantas menuju lantai atas kantor tersebut. 

Ma'ruf mengatakan kedatangannya hanya sekadar bersaturahmi dan ingin memberitahu pihak PP Muhammadiyah secara langsung bahwa dirinya akan berlaga di Pilpres menjadi bakal calon wakil presiden.

"Karena saya Ketua Umum MUI. MUI itu kan representasi dari ormas-ormas Islam, karena Muhammadiyah itu juga representasikan MUI. Maka saya harus memberitahu secara langsung walau pun sudah tahu," kata Ma'ruf.

Selain itu, Rais Aam PBNU itu turut berharap agar para kader Muhammadiyah dapat mendoakan dan mendukungnya sebagai bakal cawapres mendampingi Joko Widodo di Pilpres.

"Sekaligus ingin memberi tahu bahwa saya ditunjuk sebagai calon wakil presiden. Saya minta doanya, kalau bisa minta dukungannyan begitu," kata Ma'ruf sambil tertawa.

Sebelum mengunjungi PP Muhammadiyah, Ma'ruf Amin sudah menghadiri acara silaturahmi nasional Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (29/8).

Selain itu, Ma'ruf telah melakukan kunjungan ke berbagai Pondok Pesantren yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Timur beberapa hari lalu.

Ma'ruf beberapa hari lalu disebutkan telah nonaktif sebagai Ketua Umum MUI. Namun ia masih tercatat sebagai Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Terkait jabatannya di NU itu, Ma'ruf mengatakan dirinya akan mundur setelah resmi ditetapkan sebagai cawapres Jokowi oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Setelah nanti sudah ditetapkan sebagai cawapresnya pak Jokowi, saya akan melakukan pengunduran diri dari Rais Aam PBNU. Tapi harus melalui beberapa tahapan, jadi tidak asal-asalan mundur," ungkap Ma'ruf usai silaturahmi di Ponpes Futuhiyah, Mranggen, Demak, Rabu (5/9).

Dalam AD/ART PBNU BAB Pengisian Jabatan Antar Waktu disebutkan bahwa apabila Rais 'Aam berhalangan tetap, maka Wakil Rais 'Aam menjadi Pejabat Rais 'Aam. Namun, apabila Wakil Rais 'Aam berhalangan tetap, maka Rais 'Aam atau Pejabat Rais 'Aam menunjuk salah seorang Rais untuk menjadi Wakil Rais 'Aam.

Sedangkan, apabila Rais 'Aam dan Wakil Rais Aam berhalangan tetap dalam waktu yang bersamaan, maka Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan Pejabat Rais 'Aam dan Pejabat Wakil Rais 'Aam. [cnn]

Loading...
loading...