Rentetan Perlakuan Ganjil Terhadap HRS di Mekah Versi FPI
logo

27 September 2018

Rentetan Perlakuan Ganjil Terhadap HRS di Mekah Versi FPI

Rentetan Perlakuan Ganjil Terhadap HRS di Mekah Versi FPI


GELORA.CO - Front Pembela Islam (FPI) menyatakan imam besarnya, Rizieq Shihab, kerap mendapat perlakuan ganjil selama di Mekah, Arab Saudi, selama beberapa bulan belakangan. Perlakuan yang tidak menyenangkan tersebut beriringan dengan tuduhan yang disematkan kepada Rizieq oleh pihak berwenang setempat.

CNNIndonesia.com memperoleh informasi terkait rentetan perlakukan tidak menyenangkan yang diterima Rizieq. Informasi tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara FPI Slamet Maarif dan Imam FPI Jakarta Muchsin Alatas.

Mulanya, Rizieq dan keluarga menjalani hari-hari seperti biasanya. Masih bisa menerima banyak tamu dari Indonesia, mulai dari ulama, pimpinan pesantren dan majelis taklim, tokoh ormas Islam, dan pengusaha.

Tidak ketinggalan, Rizieq juga sempat menerima tamu politisi sekaliber Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, calon presiden Prabowo Subianto, dan Presiden PKS Sohibul Iman. Setelah itu, tepatnya tak lama usai Idul Fitri, Rizieq mulai mendapat perlakuan tidak mengenakkan.

Dilarang Ke Luar dari Saudi dan Ditahan Selama 4 Jam

Merujuk dari informasi yang dikonfirmasi oleh FPI, Rizieq dipanggil dan diperiksa di markas intelijen Arab Saudi di Mekah pada 3 Juli 2018. Kemudian pada 8 Juli, Rizieq mendapati dirinya dicegah atau dilarang pergi ke luar Arab Saudi oleh pihak imigrasi setempat.

Momen itu terjadi kala Rizieq berniat pergi ke Malaysia bersama istri dan ketiga putrinya melalui bandara di Jeddah. Tiket pesawat sudah dibeli.

Akan tetapi setibanya di bandara, pihak imigrasi tidak memperkenankan Rizieq pergi ke luar Arab Saudi.

"Dengan alasan ada perintah pencekalan dari Markas Intelijen Saudi sejak tanggal 1 Syawal 1439 H atau 15 Juni 2018 M," mengutip bunyi informasi berisi kronologi rentetan perlakukan ganjil terhadap Rizieq.


Rizieq dan keluarga lantas membatalkan penerbangan menuju Malaysia. Dia kemudian merencanakan jadwal baru ke negeri jiran untuk melanjutkan studi doktoralnya pada 12 Juli.

Tanggal itu dipilih karena Rizieq memprediksi urusan pencekalan dapat diselesaikan dalam beberapa hari. Terlebih, Rizieq juga dinyatakan tidak bermasalah dan diperbolehkan pulang usai diperiksa di bandara.

Rizieq lalu mencari tahu alasan pencekalan diberlakukan terhadap dirinya. Juga untuk menyelesaikan urusan tersebut agar dapat menuju Malaysia. Dia lantas mendatangi markas intelijen Arab Saudi di Syaari' Sittiin Juud di Mekah serta Kantor Pusat Imigrasi di Jeddah sepanjang 8-12 Juli.

"Namun tidak ada penjelasan apa pun, sehingga rencana keberangkatan ke Malaysia tanggal 12 Juli 2018 kembali dibatalkan dan diundur ke tanggal 19 Juli 2018," mengutip bunyi kronologi dari FPI.

Di tengah upaya mencari kejelasan motif pencekalan, Rizieq sempat ditemui oleh dua orang yang mengaku berasal dari pihak berwenang Arab Saudi. Dua orang tersebut melontarkan tuduhan yang membuat Rizieq mengernyitkan dahi.

"Tanggal 14 Juli 2018, dua orang mengaku sebagai Reskrim [reserse kriminal] Saudi mendatangi dan menuduh HRS memalsukan Iqomah [dokumen izin tinggal]," mengutip informasi yang diperoleh CNNIndonesia.com.

Keeseokan harinya, yakni 15 Juli hingga 19 Juli, Rizieq menyambangi Kantor Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi dan Markas Besar Amnud Daulah Saudi di Pusat Penjara Politik Arab Saudi di wilayah Dzahban, Jeddah.

Namun, Rizieq kembali pulang ke rumah dengan tangan hampa. Dia tidak memperoleh penjelasan mengapa dirinya dicekal keluar Arab Saudi.

Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Rizieq tetap tidak mengetahui motif dirinya dicekal oleh pihak berwenang setempat. Hingga sebulan kemudian, tepatnya pada 24 Agustus, Rizieq ditahan.

"Tanggal 24 Agustus 2018, saat Milad ke-53, HRS dihadang petugas patroli Saudi dan ditahan di depan mata istri dan ketiga puterinya, dan dilepas setelah 4 jam ditahan," bunyi keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.


Imam FPI DKI Jakarta Muchsin Alatas mengatakan Rizieq dihadang usai makan di restoran. Petugas yang menghadang menuduh Rizieq membuat dokumen palsu seraya menunjukkan salinan dokumen.

Rizieq lantas mengeluarkan dokumen identitas yang asli dari kantungnya. Berbeda dengan yang ditunjukkan oleh petugas. Rizieq bersama petugas lalu menuju kantor imigrasi untuk diperiksa sejak pukul 23.00 hingga sekitar 03.00-04.00 waktu setempat.

Dituduh Inisiator Demo Anarkis dan Pendukung ISIS

Setelah mengalami kejadian yang kurang mengenakkan tersebut, Rizieq mendapat bantuan dari sahabat dan koleganya di Arab Saudi. Mereka mengklaim ada pihak di Indonesia yang membuat laporan palsu seputar riwayat Rizieq selama ini.

Laporan tersebut diberikan kepada Amnud Daulah Saudi atau semacam lembaga keamanan nasional setempat. Laporan itulah yang diduga membuat Rizieq mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Merujuk informasi yang dikonfirmasi oleh petinggi FPI, ada 15 poin terkait riwayat Rizieq.

Rizieq, dalam laporan yang diklaim sebagai laporan fitnah oleh FPI, adalah residivis dan buronan yang melarikan diri dari Indonesia ke Arab Saudi.

Rizieq disebut sebagai seorang bughot atau pemberontak terhadap pemerintah Indonesia yang sah. Kemudian, Rizieq juga dinyatakan sebagai inisiator demo anarkis anti Amerika Serikat sejak tahun 2000, dan disebut sebagai pimpinan pelaku sweeping warga AS di Indonesia.

Rizieq disebut sangat anti Amerika Serikat yang mana merupakan mitra luar negeri setia Arab Saudi.

"HRS (dituding) tokoh radikalis berbahaya pendukung ISIS. HRS (dituding) menjalin hubungan kerja sama dengan organisasi teroris seperti Hamas di Gaza, Palestina," mengutip informasi yang dikonfirmasi petinggi FPI.


Tidak ketinggalan, Rizieq pun dianggap mengumpulkan dana di Arab Saudi untuk kegiatan terorisme di Indonesia.

Masih dalam laporan yang sama, Rizieq disebut memiliki misi melontarkan propaganda politik dari Saudi untuk mengacaukan Indonesia. Kemudian, Rizieq juga dituding sebagai pihak yang melakukan money laundry bagi kepentingan politisi korup dari Indonesia.

Rizieq dianggap sebagai pelindung tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tidak memiliki iqomah atau dokumen izin tinggal. Imam Besar FPI itu dituding kerap menggelar pengajian 'gelap' selama di Mekah.

Kemudian, Rizieq juga dituduh berhubungan dengan tokoh beraliran sufi yang diawasi pemerintah Arab Saudi. Rizieq dituding memalsukan dokumen paspor dan iqomah serta visa.

"Melakukan gerakan politik yang membahayakan keamanan Saudi," mengutip bunyi informasi yang dikonfirmasi FPI.


Dubes Saudi Klaim Beri Perlindungan

Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama al-Shuaibi memastikan negaranya sejauh ini menjaga keselamatan Rizieq. Menurut Osama jika ada sesuatu yang membuat ketidaknyamanan atau sesuatu yang kurang baik kepada Rizieq, otoritas Arab Saudi akan menjaga dan melindunginya.

Osama menambahkan izin tinggal yang dikantongi Rizieq selama berada di Arab Saudi didapatkan secara resmi. Saudi, kata dia, tidak ada persoalan dengan keberadaan Rizieq di Saudi.

"Bahwa Rizieq berada di Saudi Arabia dengan status yang legal dan tidak ada masalah dengan negara tersebut. Sampai saat ini Rizieq ada dalam kondisi sehat. Pemerintah Arab Saudi melindungi dan menjaga Habib Rizieq," tutur Osama seperti diberitakan detikcom, Rabu (27/9). [cnn]

Loading...

Komentar Pembaca

loading...