Politik Abu-abu Yusril Disebut Blunder, Ancam Bikin PBB Terpuruk

Politik Abu-abu Yusril Disebut Blunder, Ancam Bikin PBB Terpuruk

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Partai Bulan Bintang (PBB) besutan Yusril Ihza Mahendra sejauh ini belum juga menyatakan sikap dukungan politik untuk Pemilihan Presiden 2019. Sikap abu-abu ini dinilai justru blunder yang membuat PBB bisa terpuruk.

"Menjadi blunder dan kalau tidak segera ambil keputusan resmi dengan segera digelarnya munas maka PBB akan sangat terpuruk yang tidak bisa para calegnya masuk parlemen baik DPR atau DPRD," kata politikus PBB Novel Chaidar Hasan Bamukmin kepada wartawan, Senin malam, 24 September 2018.

Novel menyayangkan sikap Yusril sebagai Ketum PBB. Sebab, sebagai partai Islam, maka PBB seharusnya punya sikap yang jelas untuk dukungan politik ke Pilpres 2019. PBB merupakan satu-satunya partai Islam yang belum menentukan sikap resmi.

"Ini membuat keresahan baik di dalam partai itu sendiri dan di luar partai yang mereka berharap satu-satunya partai Islam sebagai aset harus mempunyai sikap yang jelas," lanjut Novel yang juga caleg DPRD DKI dari PBB.

Kemudian, ia mengingatkan bila Yusril masih mengambil sikap abu-abu maka berbahaya untuk PBB. Ia menekankan alasan sejumlah eks Persaudaraan Alumni (PA) 212 bergabung ke PBB dengan menjadi caleg untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai capres. Ia bilang hingga sekarang belum ada kebijakan melarang kader untuk mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Karena bergabungnya kami para caleg ke PBB tujuan intinya #2019GantiPresiden sehingga perjuangan mulia ini tidak boleh berhenti. Dan ganti presiden adalah tugas suci sebagai jihad konstitusional yang kami berjuang lewat PBB," tutur juru bicara PA 212 itu.

Lalu, ia pun menagih janji Yusril soal ucapannya PBB tak akan netral karena menunggu hasil Ijtima Ulama II. Dengan hasil Ijtima Ulama II yang sudah selesai maka seharusnya pakar hukum tata negara itu mengumumkan sikapnya.

"Saya menagih janji PBB tidak akan netral atau golput setelah ada keputusan dari ijtima ulama. Dan sekarang waktu yang tepat untuk Prof Yusril buktikan ucapannya," ujar Novel. [viva]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita