logo

13 September 2018

Kubu Prabowo Minta Format Debat Capres Diubah

Kubu Prabowo Minta Format Debat Capres Diubah


GELORA.CO - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan bahwa poros Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akan mengusulkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar mengubah konsep debat capres-cawapres. Menurutnya, model debat yang diterapkan di pilkada dan pilpres selama ini perlu diubah.

"Tahapan yang menurut kami penting adalah mengubah model debat kandidat," ucap Hinca di Jalan Daksa I No 10, Jakarta Selatan, Kamis malam (13/9).

Hinca menilai model debat kandidat tidak masalah ketika disiarkan oleh televisi. Namun, pola debat yang selama ini diterapkan lebih mirip lomba cerdas cermat. Menurutnya, konsep demikian tidak cocok diterapkan dalam rangka menjaring pemimpin nasional yang baru.

"Kami akan minta KPU untuk membuat itu dihapus saja debat ala cerdas cermat, tapi menyampaikan pikiran, gagasan besar untuk saat ini," lanjutnya.

Hinca mengatakan lebih baik jika kandidat diberikan waktu yang panjang atau sekitar 60 menit untuk menjabarkan pandangan masing-masing. Dia memberi contoh di bidang ekonomi, kandidat dapat memaparkan pandangannya soal bagaimana menciptakan lapangan kerja yang luas, ketahanan energi, kebutuhan pokok dan lain-lain secara rinci.

Menurutnya, masyarakat juga akan memahami secara komprehensif pandangan dan misi yang akan ditempuh masing-masing kandidat. Tidak seperti selama ini karena debat hanya diberikan waktu yang sedikit lalu dibalas dengan pertanyaan atau tanggapan dari kandidat yang lain.

"Tapi kalau cuma 3 menit kemudian masing-masing bertanya. Yaudah, kayak cerdas cermat. Buat kita buang cerdas cermat," Ujar Hinca.

HInca mengaku pihaknya akan menyampaikan usul itu sebelum KPU menetapkan model debat capres-cawapres Pilpres 2019. 

Di tempat yang sama, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto meminta KPU melakukan uji publik terhadap Peraturan KPU tentsng debat sebelum ditetapkan. Menurutnya, hal itu perlu agar semua pihak turut berperan dalam penentuan komsep debat.

"Sehingga masukan ke prinsip dan paripurna. Baik dari partai yg ada, sampai pemerhati demokrasi dan akademisi itu bisa dipadukan masukannya," ujar Yandri.

Senada dengan Hinca, Yandri menilai alangkah baiknya jika masing-masing kandidat diberi waktu yang cukup panjang untuk memaparkan pandangannya. Menurutnya, hal ini juga berpengaruh dalam membangun demokrasi yang lebih baik, yakni agar masyarakat benar -benar memahami pandangan calon yang berkontestasi.

"Saya kira ini bagian dari evaluasi kita melihat pengalaman Yang ada. Baik di Pilkada dan pilpres," ujar Yandri. [cnn]

Loading...
loading...