Konspirasi Asia Sentinel Diduga karena SBY Dukung Prabowo
logo

21 September 2018

Konspirasi Asia Sentinel Diduga karena SBY Dukung Prabowo

Konspirasi Asia Sentinel Diduga karena SBY Dukung Prabowo


GELORA.CO - Sejumlah elit Partai Demokrat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Hinca Pandjaitan, tengah melakukan penelusuran terhadap kredibilitas media Asia Sentinel di Hong Kong.

Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai, kredibilitas Asia Sentinel memang patut dipertanyakan. Hal itu, menurut asosiasi jurnalis di Hong Kong, juga tak mengetahui keberadaan Asia Sentinel.

"Tim kami yg dipimpin Sekjen @hincapandjaitan berdiskusi dgn Asosiasi Journalis di Hong Kong," kata Ferdinand lewat akun Twitternya @LawanPoLitikJW baru-baru ini.

"Fakta temuan, mereka juga tidak mengenal dan tidak mengetahui Asia Sentinel," tambahnya.

Ferdinand menegaskan, temuan ini memperkuat dugaan bahwa serangan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ini, karena terkait Pemilihan Presiden 2019. Yakni, karena SBY dan Partai Demokrat mendukung Prabowo Subianto.

"Semakin kuat, dugaan kami atas konspirasi yang terjadi menyerang Demokrat karena dukung Prabowo," ucapnya.



Ferdinand menyampaikan, ada dua tujuan utama investigasi Partai Demokrat hingga ke Hong Kong ini. Yakni, untuk membersihkan pengaruh asing dan membersihkan nama baik SBY.

"Membersihkan nama SBY dan Demokrat dari sampah yang dicampakkan ke kami," ungkap Ferdinand.

Sebelumnya, dalam video yang diunggah Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief dalam akun twitternya @AndiArief, Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan yang tengah berada di Hong Kong menegaskan bahwa Asia Sentinel adalah media tidak kredibel.

Berdasarkan hasil penelusuran Hinca di Hong Kong, tidak ditemukan kantor Asia Sentinel di Phoenix Court Kennedy Road 39 lantai 1A, alamat yang sebelumnya diklaim sebagai kantor Asia Sentinel. Hinca juga menanyakan, apakah Asia Sentinel teregister di Dewan Pers Hong Kong, jawaban Dewan Pers Hong Kong, tidak ada media Asia Sentinel di Hong Kong. [viva]

Loading...
loading...