Keluar dari Kediaman Gusdur, Prabowo Diserbu Warga Sekitar
logo

13 September 2018

Keluar dari Kediaman Gusdur, Prabowo Diserbu Warga Sekitar

Keluar dari Kediaman Gusdur, Prabowo Diserbu Warga Sekitar


GELORA.CO - Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba diserbu warga dan puluhan anak sekolah dasar (SD) usai berkunjung ke kediaman keluarga mendiang mantan Presiden Republik Indonesia ke 4 KH Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gusdur, dikawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. 

Penyerbuan itu bukan untuk menghalangi Prabowo maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2019 mendatang, melainkan untuk berebut bersalaman dan menyapa dari dekat. 

"Pak salim pak, salim pak," pinta puluhan anak SD sambil berebut menarik tangan Prabowo, di area sekitar kediaman Gusdur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (13/9/2018). 

Melihat ramainya anak-anak SD tersebut, bakal Capres yang diusung oleh Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat dan Partai Berkarya, itu tak sungkan menyalami anak-anak tersebut sambil mencium kepalanya. 

Ia berdoa agar anak-anak bangsa menjadi anak yang cerdas dan berguna bagi bangsa dan negara. 

"Wah hebat anak anak ini, jadi yang pintar ya nak," ungkap Prabowo sambil mencium kepala sang bocah. 

Prabowo menilai, bahwa budaya salim atau sungkem kepada orang yang lebih tua adalah tradisi yang harus terus dijaga dan dipelihara oleh seluruh anak bangsa. 

Sebab, budaya saling menghormati dan menghargai dapat menyatukan serta membesarkan bangsa Indonesia itu sendiri. 

"Budaya sungkem, budaya salim itu adalah budaya yang harus kita tanamkan kepada seluruh generasi penerus bangsa sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua, orang yang kita sayangi," tuturnya. 

Seperti diketahui, siang tadi Prabowo beserta rombongan berkunjung ke kediaman keluarga mendiang Gusdur. 

Disana, Prabowo disambut oleh putri mendiang Gusdur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang akrab disapa Yeni Wahid dan isteri mendiang Gusdur Sinta Nuriyah Wahid. 

Selum meninggalkan rumah Gusdur, Prabowo diberikan cendera mata berupa dua buah buku biografi Gus Dur. Buku tersebut diberikan langsung oleh Sinta Nuriyah Wahid dengan didampingi anaknya, Yenny Wahid. [tsc]

Loading...
loading...