Ijtima Ulama II Pilih Capres yang Tak Persekusi Ulama

Ijtima Ulama II Pilih Capres yang Tak Persekusi Ulama

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Lebih dari 1.000 ulama diperkirakan hadir dalam Ijtima Ulama II di di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu 16 September 2018. Kegiatan ini digelar untuk menentukan kepastian arah sikap dukungan ulama di Pemilihan Presiden 2019.

Dari pantauan VIVA, salah satu tokoh nasional yang telah hadir adalah Ketua Umum DPP Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Eggi Sudjana. Dia datang sekitar pukul 09.10 WIB.

Eggi mengatakan, nantinya berdasarkan rekomendasi ulama ada beberapa hal yang perlu dilakukan calon presiden, khususnya yang didukung ulama. Tak ada lagi bahasa yang mengganggu agama, mempersekusi agama.

"Capres yang didukung, harus komitmen dengan ulama. Pemerintah hari ini, bahasanya sering menganggu agama, sering persekusi kepada agama. Karena itu, kami minta capres harus berani berkomitmen jangan sampai ada persekusi kepada ulama lagi," kata Eggi, saat tiba di Hotel Grand Cempaka.

Eggi menjelaskan, presiden sekarang (Joko Widodo), tidak mau melakukan itu. Bahkan, dijelaskannya, tidak mau melindungi ulama.

Dia juga menceritakan bagaimana Neno Warisman disandera delapan jam di Pekanbaru, dan kejadian ini diabaikan Presiden Jokowi. Katanya, harusnya Presiden menelepon aparat yang ada di sana.

"Kami melihat, Jokowi tidak melakukan itu, tidak melindungi ulama. Contohnya, Neno Warisman disandera delapan jam dia tidak tahu, seharusnya dia tahu dan menelepon aparat di bawahnya," ujarnya.

Eggi optimistis, hasil dari Ijtima Ulama II nantinya bakal dijalankan capres-cawapres yang didukung. Menurutnya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno diyakini yang paling tepat untuk menjalankan mandat itu.

"Kami optimisnya, mandat akan dijalankan. Mari lihat, Prabowo datang atau enggak. Kalau datang, artinya dia mandat ulama dan tokoh nasional," katanya. [viva]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita